Modus Baru Dua Pencuri Gasak Hasil Panen Kopi Petani Blitar

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 04 Sep 2019 09:18 WIB
Pelaku pencurian kopi hasil panen petani (Erliana Riady/detikcom)
Blitar - Dua warga Jombang ditangkap di Blitar. Mereka terbukti mencuri kopi hasil panen petani. Modusnya tergolong baru. Kedua pelaku memodifikasi mesin selep yang diangkut ledok keliling kampung.

Kedua warga Jombang itu masing-masing Ngadijan (48), warga Desa Jombok, Ngoro, dan Alex Revangga (24), warga Desa Mojokrapyak, Tembelang. Keduanya diserahkan ke Mapolsek Wlingi oleh warga Dusun Tlogomulgo, Desa Balerejo, Kecamatan Wlingi.

Sebelumnya, warga mendapat keluhan seorang petani bernama Djami (58) karena kehilangan kopi hasil panenannya sebanyak 170 kg. Saat kejadian, korban pergi melihat karnaval.

Tiba-tiba kedua pelaku mendatangi rumah korban naik ledok. Lalu mereka bilang kepada anak korban, tadi disuruh ke rumah untuk menyelepkan kopi hasil panennya.

Anak korban pun percaya. Dia menyerahkan 8 karung kopi untuk diselep di halaman rumahnya. Namun, setelah selesai diselep, kopi hasil selepan hanya diberikan sebanyak 60 kg.


"Keterangan korban, biasanya kalau 8 karung kopi itu hasil selepannya sebanyak 230 kg. Ini modus baru pencurian hasil panen. Karena ternyata pelaku memodifikasi mesin selepnya," kata Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanudin saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (4/9/2019).

Jadi mereka membuat dua saluran keluar hasil selepan. Curangnya, saluran untuk menampung hasil curian lubangnya lebih besar. Hasil selepan pun lebih banyak yang masuk ke saluran itu daripada saluran hasil selepan milik pelanggan.

Kedua pelaku ditangkap warga saat ledok mereka melintas lagi di kampung itu pada Senin (2/9/2019). Apesnya, warga melihat pelaku telah membawa hasil curian dari tempat lain, sehingga punya bukti kuat untuk melaporkan ke polisi.

"Sempat melarikan diri, tapi warga berhasil menghadang. Lalu dibawa ke rumah Lurah Balerejo. Di situ warga menemukan 40 kg kopi selepan. Pelaku mengaku dengan modus sama mencuri kopi panenan korban Lasemi," ungkapnya.

Polisi menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Dari kedua pelaku diamankan satu karung plastik berisi biji kopi kering seberat 40 kg. Satu unit modifikasi mesin selep/ledok warna biru kombinasi merah dan sisa uang hasil penjualan biji kopi Rp 322 ribu.

"Kedua pelaku akan dijerat dengan pasal pencurian dan/atau penggelapan. Ancaman hukumannya 4-8 tahun penjara," pungkasnya. (fat/fat)