detikNews
2019/09/03 19:09:45 WIB

Rugi Rp 7 Miliar, Puluhan Korban Investasi Bodong di Mojokerto Lapor Polisi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Rugi Rp 7 Miliar, Puluhan Korban Investasi Bodong di Mojokerto Lapor Polisi Puluhan korban investasi bodong melapor ke Polres Mojokerto Kota. (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Puluhan orang yang mengaku menjadi korban investasi bodong di Kota Mojokerto melapor ke polisi. Mereka mewakili 110 korban dalam kasus ini. Kerugian yang mereka alami sekitar Rp 7 miliar.

Mereka beramai-ramai mendatangi Mapolres Mojokerto Kota di Jalan Bhayangkara. Mereka langsung menuju Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk membuat laporan.

Pengacara para korban, Tuty Rahayu Laremba, mengatakan korban yang memberikan kuasa kepada dirinya sejumlah 110 orang. Sebagian besar dari mereka adalah warga Kota dan Kabupaten Mojokerto.

"Hari ini kami melaporkan investasi bodong yang dilakukan PT RHS Bisham. Kami mewakili 110 korban dengan nilai kerugian kurang-lebih Rp 7 miliar," kata Tuty kepada wartawan di Mapolres Mojokerto Kota, Selasa (3/9/2019).


Ia menjelaskan terdapat tiga orang di PT RHS Bisham yang hari ini dilaporkan ke polisi. Mereka adalah Direktur M Ainur Rofiq asal Blitar, Kepala Cabang PT RHS Bisham Mojokerto Dwi, serta Korlap Margi asal Mojokerto. Perusahaan ini sempat membuka kantor di Jalan Raya Ijen, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Agar para investor tertarik menanamkan modalnya, lanjut Tuty, ketiga terlapor menawarkan bagi hasil 5 persen dari uang yang diinvestasikan. Bahkan supaya para korban bersedia menanamkan modalnya lebih besar lagi, PT RHS Bisham menjanjikan bonus hingga 10 persen. Selain itu, para terlapor memberikan rata-rata 3 kali bagi hasil kepada para korban untuk meyakinkan mereka.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com