Ini Alasan Polisi Tahan Mak Susi dan Staf Kecamatan Hingga 20 Hari

Ini Alasan Polisi Tahan Mak Susi dan Staf Kecamatan Hingga 20 Hari

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 03 Sep 2019 15:39 WIB
Wakapolda Jatim Brigjen Toni Harmanto/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Wakapolda Jatim Brigjen Toni Harmanto/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Polisi resmi menahan tersangka ujaran kebencian dan penyebaran hoaks, Tri Susanti hingga tersangka ujaran rasialisme mahasiswa Papua, Samsul Arifin. Keduanya ditahan selama 20 hari ke depan.

Wakapolda Jatim Brigjen Toni Harmanto mengatakan polisi memiliki beberapa pertimbangan untuk melakukan penahanan. Salah satunya, kekhawatiran jika pelaku akan mengulangi perbuatannya.

"Tentu ada tiga di hukum acara pidana. Pertama kekhawatiran akan mengulangi tindak pidana," kata wakapolda di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (3/9/2019).


Dia menyebut pelaku juga dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti. Selain itu, penahanan ini bertujuan memperlancar proses penyidikan.

"Kedua kekhawatiran untuk menghilangkan barang bukti, dan ketiga berkaitan dengan menghambat proses penyidikan," pungkasnya.

Sebelumnya, kedua tersangka ini mulai diperiksa sejak Senin (2/9) siang. Pada pukul 24.00 WIB, kuasa hukum Mak Susi dan Samsul terlihat keluar dari ruang pemeriksaan, namun tanpa kliennya. Kuasa hukum keduanya pun menyebut pemeriksaan masih dijeda dan berlanjut hari ini.


Tersangka Kasus Rasisme Tri Susanti Penuhi Panggilan Polda Jatim:

[Gambas:Video 20detik]



(hil/fat)