Struktur Candi dan Arca Kepala Kala Ditemukan di Tengah Sawah Kota Blitar

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 03 Sep 2019 14:14 WIB
Struktur candi ditemukan di tengah sawah di Kota Blitar. (Erliana Riady/detikcom)
Blitar - Sebuah arca bagian kepala Kala dan struktur candi ditemukan seorang petani di Kota Blitar. Kedua benda tersebut berada di tengah pematang sawah yang akan digarap. Selain itu, ditemukan satu keping koin golden tahun 1856.

Arca kepala Kala dan struktur candi ditemukan di area persawahan Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan. Berdasarkan keterangan Ketua RT 2 RW 8 Kelurahan Gedog, Mansyur, petani yang menemukan arca itu bernama Toiran, warga sekitar.

Pria berusia 59 tahun itu sebetulnya sudah mengetahui keberadaan batu itu sejak tiga pekan lalu. Namun dianggapnya hanya batu besar biasa yang sering ditemukan di area persawahan wilayah itu.


"Pak Toiran mengira itu batu biasa. Tapi kok ada bentuknya. Terus pas malam tirakatan Agustusan itu, dia cerita ke sesepuh di sini. Lalu kami lihat bersama-sama, memang seperti arca. Lalu kami laporkan ke kecamatan," kata Mansyur (46) saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (3/8/2019).

Koin golden tahun 1856/Koin golden tahun 1856 (Erliana Riady/detikcom)

Mendapat laporan itu, Polres Blitar Kota langsung memasang police line untuk mengamankan lokasi. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar juga menuju ke lokasi temuan.

"Kami sudah ke lokasi. Dan di sekitar arca, kemarin petugas juga menemukan satu keping koin. Sepertinya golden tahun 1856," kata Kepala Disbudpar Pemkot Blitar Tri Iman Prasetyono.

Temuan ini ditindaklanjuti dengan mengirim surat ke BPCB Trowulan. Pihak pemkot menunggu instruksi dari BPCB untuk penanganan lebih lanjut, terkait penemuan situs bersejarah itu.


Dihubungi detikcom, petugas BPCB Trowulan, Nonuk Kristina, menyatakan arca yang ditemukan berupa kepala Kala. Untuk mengetahui lebih detail, pihaknya masih menunggu instruksi siapa petugas yang akan diturunkan ke Blitar.

"Itu namanya kepala Kala. Kami harus cek lebih detail dulu, baru bisa mendeskripsikan," pungkasnya. (fat/fat)