Soal Ucapan Rasis kepada Mahasiswa Papua, Staf Kecamatan Ngaku Spontan

Soal Ucapan Rasis kepada Mahasiswa Papua, Staf Kecamatan Ngaku Spontan

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 03 Sep 2019 10:39 WIB
Saat massa mendatangi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Saat massa mendatangi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya - Polisi tengah memeriksa tersangka staf kecamatan yang bertindak rasis terhadap mahasiswa Papua, SA. Menurut sang kuasa hukum, apa yang diucapkan SA hanya kata-kata spontan belaka.

Sebelumnya, SA ditetapkan sebagai tersangka karena melontarkan ujaran rasialisme di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya. Aksi SA terekam dalam video.

Pemeriksaan SA dilakukan sejak kemarin siang hingga tengah malam dan dilanjutkan hari ini. Sementara itu, kuasa hukum SA, Ari Hans Simaela, mengatakan ujaran tersebut terlontar secara spontan.


Ia menambahkan ujaran tersebut terucap tanpa disengaja. Menurut Ari, umpatan semacam itu lazim dilontarkan di Surabaya, tanpa maksud merendahkan.

"Itu hanya spontan sebagai orang yang marah tiba-tiba mengumpat dan betul-betul mengumpat. Bukan untuk menistakan atau bahasa kerennya diskriminasi ras, tidak seperti itu," kata Ari di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (3/9/2019).

Selain itu, Ari mencontohkan kliennya spontan mengucap bahasa slang umpatan Suroboyoan atau misuh. Umpatan ini, menurutnya, kerap diucapkan warga Surabaya saat emosional.
Selanjutnya
Halaman
1 2