Round-up

Penelusuran Lokasi 'KKN Desa Penari' yang Diduga di Banyuwangi

Suki Nurhalim - detikNews
Sabtu, 31 Agu 2019 07:59 WIB
Petilasan Prabu Tawang Alun di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Surabaya - Cerita horor 'KKN di Desa Penari' tengah ramai diperbincangkan. Netizen tidak hanya mempertanyakan kebenaran kisah mistis tersebut, tapi juga penasaran dengan lokasi atau desa tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN) itu.

Seperti yang diceritakan Akun Twitter @SimpleM81378523 , ada enam mahasiswa-mahasiswi yang menggelar KKN di Kota B, Jawa Timur pada 2009 akhir. Mereka merupakan mahasiswa-mahasiswi angkatan 2005/2006 dari sebuah perguruan tinggi di Kota S.

Enam calon sarjana yang menggelar KKN tersebut yakni Ayu, Nur, Widya, Wahyu, Anton dan Bima. Untuk menjalankan program kerja yang telah disusun. Ayu berpasangan dengan Bima. Kemudian Wahyu dengan Widya dan Nur dengan Anton.

Berbagai kejanggalan atau hal berbau mistis sudah dirasakan Nur sejak pertama kali menginjakkan kaki di desa tersebut. Seperti mendengar suara gamelan di hutan, melihat penari bahkan hingga diikuti makhluk menyeramkan yang kerap disebut genderuwo (hantu yang konon serupa manusia yang tinggi besar dan berbulu lebat).


Singkat cerita, seabrek hal mistis yang ada di desa tersebut justru berujung tragedi setelah dua di antara mereka melakukan pelanggaran. Ayu, Bima dan Widya terlibat dalam sebuah cinta segitiga. Bima dan Ayu melakukan perzinaan meski dalam hati Bima ingin memiliki Widya.

Tidak sampai di situ, Bima juga berusaha memelet Widya dengan sebuah gelang yang didapatnya dari sosok perempuan (makhluk gaib yang berwujud seorang penari cantik jelita) yang berada di sebuah lereng petilasan. Sedangkan Ayu menyimpan kain selendang sang penari berwarna hijau agar bisa mengambil hati Bima.

Tabir kegelapan di kampung tersebut perlahan terbongkar setelah Bima dan Widya tiba-tiba hilang. Sedangkan Ayu tak sadarkan diri.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3