detikNews
Jumat 30 Agustus 2019, 18:59 WIB

Kemendikbud Perintahkan Ekskavasi Pagar Permukiman Bangsawan Majapahit

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kemendikbud Perintahkan Ekskavasi Pagar Permukiman Bangsawan Majapahit Situs Kumitir/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Kemendikbud meminta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim mengekskavasi situs Kumitir di Mojokerto. Situs berupa pagar dari bata kuno dengan ketebalan 110 cm yang diperkirakan menjadi pelindung permukiman kaum bangsawan Majapahit.

Perintah ekskavasi itu keluar setelah tim dari Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud survei ke situs Kumitir. Mereka didampingi Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho.

"Berdasarkan informasi UPT (Unit Pelaksana Tugas) kami BPCB Jatim ada temuan bata yang lumayan masif, memiliki penampakan fisik yang luar biasa. Kami akan segera meminta tolong BPCB untuk ekskavasi arkeologi. Mungkin dalam waktu tidak terlalu lama supaya kita tahu sebaran struktur bata di sini," kata Kepala Seksi pengembangan dan pemanfaatan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud, Ni Ketut Wardani kepada wartawan di lokasi, Jumat (30/8/2019).

Tidak hanya itu, lanjut Wardani, pihaknya juga meminta BPCB Jatim untuk membuat strategi penanganan situs Kumitir pasca diekskavasi. Terlebih lagi jika nantinya penggalian berhasil menyingkap struktur bangunan dengan nilai sejarah yang tinggi di lokasi tersebut.

Tentunya harus dilakukan pembebasan lahan agar bisa membangun cungkup pelindung. Sehingga anggaran penanganan situs Kumitir harus juga dihitung oleh BPCB Jatim mulai dari ekskavasi sampai tahap pelestariannya.

"Karena di sini lahannya dimanfaatkan untuk pembuatan bata merah. Nantinya ada skala prioritas, apakah akan ditimbun kembali atau dibuatkan cungkup sebagai pelindung. Kita lihat nanti hasilnya (ekskavasi)," terangnya.

Situs Kumitir pelindung permukiman bangsawan Majapahit/Batu bata kuno pelindung permukiman bangsawan Majapahit/ Foto: Enggran Eko

Disinggung waktu pelaksanaan ekskavasi, Wardani menyatakan tergantung pada kesiapan tenaga arkeolog BPCB Jatim. "Tenaga arkeologi di BPCB tak lebih dari 20 orang. Mereka masih tersebar melakukan ekkavasi di situs lain. Jadi sifatnya soon impossible," tandasnya.

Struktur dari bata kuno berbentuk pagar ini ditemukan di lahan yang disewa Muchlison dan Nurali untuk membuat bata merah. Letaknya di areal persawahan Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto.

Struktur kuno ini baru digali sebagian oleh Muchlison dan Nurali. Bangunan purbakala ini berada pada kedalaman 1 meter dari permukaan tanah. Bagian yang sudah nampak membentang dari selatan ke utara sepanjang 21 meter. Ketebalan pagar mencapai 110 cm. Sementara tingginya 60 cm tersusun dari 12 lapis bata merah kuno. Setiap bata merah penyusunnya mempunyai dimensi 31 x 21 x 6 cm.

Situs pagar ini diperkirakan saling terkait dengan situs Kumitir yang ditemukan tahun 2017. Saat itu juga ditemukan bangunan kuno berbentuk pagar di 3 titik tak jauh dari temuan baru di Dusun Bendo. Dari hasil pemetaan BPCB Jatim, pagar-pagar tersebut diperkirakan mengelilingi sebuah permukiman zaman Majapahit. Sekitar 100 meter di sebelah barat situs pagar, terdapat sebuah punden yang dikeramatkan oleh warga sekitar. Adanya punden dan sumur-sumur kuno di area yang sama menjadi petunjuk sisa-sisa permukiman pada masa lampau.

Bangunan pagar kuno yang baru ditemukan ini bukan untuk melindungi permukiman rakyat biasa pada zaman Majapahit. Karena ketebalan pagar mencapai 110 cm. Juga terdapat beberapa bagian masing-masing selebar 120 cm, lebih tebal 20 cm dibandingkan bagian lainnya.

Jarak antar tonjoloan 445 cm. Tonjolan-tonjolan tersebut menjadi penguat pagar agar tak mudah ambruk. Oleh sebab itu, arkeolog BPCB Jatim memperkirakan pagar ini pada zaman Majapahit untuk melindungi permukiman kaum bangsawan.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com