Warga Lereng Argopuro Gunakan Mikrohidro Sebagai Pembangkit Listrik

Warga Lereng Argopuro Gunakan Mikrohidro Sebagai Pembangkit Listrik

M Rofiq - detikNews
Kamis, 29 Agu 2019 09:41 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Probolinggo/Foto: M Rofiq
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Probolinggo/Foto: M Rofiq
Probolinggo - Warga di lereng Pegunungan Argopuro, Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo punya cara sendiri untuk memperoleh energi listrik. Mereka memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro.

Warga setempat melakukan inovasi dengan membuat unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. PLTMH di Desa Kalianan sudah ada sejak 2015 dan masih beroperasi sampai saat ini.

Kepala Desa Kalianan, Suciati menyampaikan, listrik dari PLTMH dimanfaatkan 150 KK dari total 1500 KK yang ada. Menurutnya, warga yang menggunakan listrik dari PLTMH merupakan mereka yang tinggal di pelosok dan tidak terjangkau oleh listrik PLN.


"Warga yang pengguna energi listrik tenaga mikrohidro ini adalah mereka yang lokasi rumahnya sangat sulit dipasangi instalasi saluran listrik. Kami buat PLTMH ini agar memudahkan mereka mendapatkan energi listrik," kata Suciati, Kamis (29/8/2019).

Suciati menambahkan, Unit PLTMH ditempatkan di sejumlah titik sungai. Kebetulan di Desa Kalianan ada sekitar enam sungai. Yang terbesar aliran Sungai Kalipedati. Mikrohidro yang dibangun jumlahnya mencapai 10 unit. Tersebar di empat dusun di Desa Kalianan.

Empat Dusun itu meliputi Dusun Cocok, Kalimangu, Kalianan dan Mandati. Tiap unit mikrohidro mampu menghasilkan energi listrik sebesar 35 ribu watt. Sementara biaya dalam setiap pembuatan unit mikrohidro sekitar Rp 20 juta.


"Awalnya biaya pembuatan tiap unit mikrohidro dilakukan secara swadaya. Sampai akhirnya ada pihak swasta yang memberikan bantuan," lanjutnya.

Dengan memanfaatkan aliran air sebagai pembangkit energi listrik, warga tidak pernah merasakan pemadaman yang dilakukan PLN. Kemudian biaya yang harus dibayar warga dihitung sesuai banyaknya penggunaan listrik dari masing-masing KK. Uang yang terkumpul digunakan untuk biaya perawatan dan lain-lain.

"Tentu listrik di sini tak akan terdampak mati listrik, saat PLN tengah melakukan pemadaman. Dan keuntungan lainnya, listrik yang dinikmati warga sini lebih murah biayanya," pungkas Suciati.




Simak juga video Siswa di Ponorogo Bikin Pembangkit Listrik Bertenaga Bayu:

[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)