detikNews
Rabu 28 Agustus 2019, 19:35 WIB

Panen Raya Semangka, Bupati Anas Ajak Petani Garap Produk Turunan

Ardian Fanani - detikNews
Panen Raya Semangka, Bupati Anas Ajak Petani Garap Produk Turunan Bupati Anas panen semangka (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Tidak hanya menjadi sentra produksi pangan, Banyuwangi juga menjadi penghasil beragam tanaman hortikultura, salah satunya semangka. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun berkesempatan melakukan panen raya semangka di Dusun Umbulharjo, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono.

Luas lahan panen semangka di kawasan ini mencapai 135 hektar, dengan produksinya mencapai 20 ton per hektar. Semangka ini dipasarkan ke beberapa daerah daerah di Indonesia seperti Jakarta, Jawa Tengah, Jogjakarta, NTB, hingga Kalimantan.

"Kami senang para petani bisa mendapatkan hasil panen yang baik. Dengan panen ini menunjukkan kalau petani di sini telah bekerja keras untuk mandiri dan sejahtera," kata Bupati Anas kepada wartawan, Rabu (28/8/2019).

Saat ini di Banyuwangi terdapat sekitar 1.500 hektar lahan sawah yang ditanami semangka. Sentra semangka tersebar di beberapa kecamatan seperti Srono, Muncar, dan Banyuwangi Kota.


"Para petani perlu masuk ke sektor hilir, garap produk turunan semangka. Sebagian sudah melakukan, tapi perlu terus didorong. Misalnya dengan minuman olahan semangka, sehingga pendapatan yang diterima petani lebih baik," ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Dusun Umbulharjo, Suherman mengatakan wilayah Dusun Umbulharjo merupakan sentra tanaman buah semangka di Kecamatan Srono. Warga setempat telah mulai menanam semangka sejak tahun 1996.

"Saya bahkan sudah mulai tanam semangka tahun 1994 tapi waktu itu baru beberapa orang saja. Sekarang semangka menjadi tanaman utama yang ditanam oleh sebagain besar warga. Maka di sini hampir sepanjang tahun ada panen semangka," ujarnya.


Dalam setahun, lanjut Suherman, petani bisa melakukan panen semangka sebanyak empat kali. Dalam sekali panen produksi yang dihasilkan perhektar mencapai 20 ton. Saat panen raya seperti ini harga perkilogramnya sebesar Rp 1.500/Kg.

"Dalam sekali panen, per hektarnya bisa menghasilkan sampai Rp 30 juta dengan modal awal yang berkisar Rp 15 juta. Bahkan pada panenan bulan Mei lalu, petani dapat harga Rp 5000 per kilogram karena di daerah lain belum memasuki panen," pungkas Suherman.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com