Anak Rebut Rumah Orang Tua, Puluhan Emak-emak di Kediri Aksi Simpati

Anak Rebut Rumah Orang Tua, Puluhan Emak-emak di Kediri Aksi Simpati

Andhika Dwi - detikNews
Selasa, 27 Agu 2019 18:53 WIB
Aksi simpatik ibu-ibu di Kediri/Foto: Andhika Dwi
Kediri - Puluhan ibu rumah tangga di Kediri melakukan aksi simpati. Demo itu digelar di sebuah rumah yang tengah dieksekusi.

Warga simpati karena rumah yang dieksekusi petugas merupakan milik orang tua yang digugat anak kandungnya sendiri. Demo simpati puluhan warga digelar di Jalan Raya Kolak, Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Mereka menyampaikan aspirasi dengan membentangkan banner bertuliskan 'Kenapa Bapakmu Sendiri Kamu Usir, Tuhan Melaknatmu'. Salah seorang warga, Hasanah (57) mengaku prihatin dengan pengusiran yang dialami Yantoro (80). Menutnya, Yantoro diusir anak kandungnya sendiri, Soedjono Djantoro (50).


"Kami prihatin, Pak Yantoro itu orang baik. Kok bisa-bisanya anaknya sendiri menggugat. Itu sungguh tidak manusiawi," kata Hasanah, Selasa (27/8/2019)

Berdasarkan surat somasi yang ditulis penggugat, Soedjono meminta rumah dan tanah yang ditempati Yantoro. Penggugat merasa dirugikan oleh bapaknya sendiri karena rumah dan tanah itu dianggap tidak menghasilkan.

Rumah dan tanah tersebut hampir mencapai lima hektare. Menurut penggugat, tanah tersebut memiliki nilai ekonomi yang dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah.


"Tanah itu sebenarnya yang membeli Pak Yantoro. Kami punya bukti surat pembeliannya. Namun karena memang pada saat itu diatasnamakan anaknya Soedjono Djantoro," kata kuasa hukum Yantoro, Ulul Albab, Selasa (27/8/2019).

Kasus tersebut, menurut Ulul Albab, telah bergulir sejak tahun 2015. Tergugat sempat memenangkan persidangan di Mahkamah Agung. Namun setelah digugat kembali oleh penggugat di Pengadilan Negeri Kediri, tergugat kalah dan akhirnya harus merelakan rumah dan sebidang tanah yang ditempati.

"Kita masih ada PK ke depan dan semoga nanti oleh Allah diberikan kemenangan untuk Pak Yantoro agar ke depan bisa menempati rumahnya sendiri," pungkas Ulul.

Meski ada demo atau aksi simpati warga, eksekusi rumah tersebut tetap berjalan lancar tanpa hambatan. Pada saat eksekusi dilaksanakan, tergugat telah pindah ke rumah anaknya yang lain. (sun/bdh)