Kaca Mobil Dipecah, Nasabah di Sumenep Kehilangan Rp 100 Juta

Ahmad Rahman - detikNews
Senin, 26 Agu 2019 21:29 WIB
Pencurian nasabah bank dengan pecah kaca/Foto: Ahmad Rahman
Sumenep - Aksi pencurian dengan modus pecah kaca terjadi di Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur. Tidak sampai 5 menit ditinggal untuk membeli bahan bangunan, mobil Ertiga dengan nopol M 1870 VM milik Syaifullah, seorang pengusaha material bangunan, warga Pulau Kangean, dibobol dengan cara kaca pintu mobil ya dipecah.

Dari kejadian ini, korban mengaku mengalami kerugian Rp 100 juta. Aksi pencurian dengan kekerasan atau curas ini terjadi di pinggir Jalan Raya Imam Bonjol Desa Pamolokan Kabupaten Sumenep Madura, Senin (26/08/2019).

Aksi ini diketahui pertama kali oleh pemilik toko bangunan, Mufid (35). Peristiwa pencurian dengan kekerasan tersebut kejadiannya sangat singkat. Korban yang menjadi pelanggan tetap di tokonya keluar dari mobil dan hendak melakukan transaksi di dalam toko. Sekitar 15 menit kemudian ada seorang saksi memberitahukan bahwa mobilnya dibobol maling.

"Tadi pelanggan ke sini mau bayar material, sekitar 15 menit ada yang lapor saksi yang lihat mobilnya dirusak, dan pelaku langsung kabur. Pelaku naik sepeda motor berdua boncengan," ujarnya kepada detikcom.

Aksi ini kemudian dilaporkan kepada pemilik mobil. Sontak saja hal ini membuat geger seisi toko bangunan tersebut. Pemilik toko kemudian langsung mengecek kondisi mobilnya. Ternyata benar, kaca mobil di bagian kanan pecah. Tak hanya itu, uang tunai Rp 100 juta raib digondol pelaku.


Syaifullah, pemilik mobil mengaku dirinya baru saja selesai mengambil uang Rp 150 juta dari bank. Uang tersebut rencananya digunakan untuk belanja barang dagangan di dua toko langganannya. Ketika melakukan transaksi di toko yang kedua berselang 5 menit, pemilik toko memberitahukan bahwa mobilnya digasak pelaku yang diduga pencuri.

"Habis ngambil uang Rp 150 juta saya keluar dari bank, mobil saya parkir di depan Wijaya sebentar. Habis itu saya muter mampir di Toko Blitar. Di sana saya transaksi sekitar 10 menit, langsung ke Toko Mufid. Lima menit pas langsung kejadian itu, kan kejadiannya dekat sekali, uang seratus juta (digasak)," kata Syaifullah.

Sementara sisa uang Rp 50 juta untuk melakukan pembayaran di toko bangunan di Sumenep. "Rp 59 juta ada di kantong. Sementara yang Rp 100 juta ya dibawa lari pelaku," tandasnya.

Kasus pencurian dengn kekerasan modus pecah mobil seperti ini baru pertama kali terjadi di Kabupaten Sumenep. Pelaku diduga sudah sangat profesional melakukan aksi kejahatannya. Kasus tersebut saat ini ditangai Polres Sumenep dan sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang ciri-cirinya sudah kantongi polisi saat beraksi.

Namun Humas Polres Sumenep belum bersedia berkomentar karena masih fokus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sudah dikantongi ciri-cirinya. Pelaku diduga sudah membuntuti korban sejak keluar dari Bank Jatim membawa uang ratusan juta rupiah.

"Iya, benar ada curas kami masih melakukan lidik mengejar pelaku," kata AKP Widiarti, Humas Polres Sumenep. (fat/fat)