Oknum Debt Collector Diringkus Usai Gelapkan Motor Tarikan Nasabah

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 24 Agu 2019 16:39 WIB
Foto: Ardian Fanani
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Oknum debt collector pembiayaan sepeda motor diringkus tim buser Polsek Genteng, Banyuwangi. Pelaku ditangkap lantaran telah menggelapkan sepeda motor milik nasabahnya yang ditariknya secara paksa karena menunggak angsuran.

Pelaku Muhammad Panji Wiraguna, warga Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, hanya bisa tertunduk lesu saat ditangkap tim buser Polsek Genteng, Sabtu (24/8/2019).

Satu dari dua pelaku kasus penipuan dan penggelapan ini tak segarang saat dirinya menarik sepeda motor milik nasabahnya bernama DD (14) di Jalan Raya Maron, Genteng secara paksa. Bersama rekannya SA, (16) warga Kecamatan Glenmore, Banyuwangi pelaku menipu nasabahnya dengan dalih akan menyerahkan sepeda motor yang ditariknya tersebut ke pihak finance karena telat membayar angsuran.

Pelaku yang pada saat itu bertugas sebagai dept collector, awalnya menghentikan korban dan meminta korban menyerahkan sepeda motornya karena telat membayar angsuran. Berbekal surat penyerahan dari salah satu kantor finance, tersangka melakukan perampasan.

Begitu sepeda motor diserahkan, korban oleh tersangka langsung diberi uang Rp 50 ribu untuk ongkos pulang. Karena merasa janggal dengan penarikan unit sepeda motor tersebut, korban bersama orang tuanya melaporkan kejadian ini ke polisi.

"Setelah dilakukan penangkapan pelaku mengaku bahwa motor milik nasabahnya tersebut sudah dijual ke penadah yang ada di wilayah Lumajang. Ini berawal dari laporan korban yang merasa keberatan dengan cara panarikan sepeda motor oleh pelaku," kata Iptu Puji Wahyono, Kanit Reskrim Polsek Genteng kepada wartawan.


Motor tarikan yang seharusnya diserahkan ke pihak finance malah dijual kedua pelaku ke penadah di wilayah Lumajang.

"Langsung kita kroscek ke finance yang dituju ternyata motor korban tidak ada di sana. Motornya dikuasai secara pribadi oleh pelaku untuk dijual ke wilayah Lumajang," tambahnya.

Polisi yang mendapat laporan langsung bertindak. Setelah dicek di kantor finance, ternyata motor yang ditarik oleh pelaku ini tak disetorkan ke pihak finance sebagaimana yang didalihkan pelaku saat menarik motor korban di jalan raya.

Dari pengakuannya, pelaku sudah beberapa kali melakukan perampasan dan penggelapan sepeda motor nasabahnya dengan modus kendaraan telat pembayarannya. Atas perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan pasal 378 KUHP junto pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun kurungan penjara.

"Selain pelaku, kita juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu tas sandang, satu pisau bergagang pistol, satu dompet berlambang BIN, dua lembar kartu pengenal BIN dan satu bendel fotocopy surat serah terima unit sepeda motor. Sementara untuk pelaku berinisial SA yang masih di bawah umur, kita masih koordinasikan dengan BAPAS Jember untuk proses hukum selanjutnya," pungkas Iptu Puji. (fat/fat)