detikNews
Sabtu 24 Agustus 2019, 09:47 WIB

Puluhan Atlet Ikuti Festival Paralayang di Bukit Tunggangan Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Puluhan Atlet Ikuti Festival Paralayang di Bukit Tunggangan Trenggalek Lomba paralayang di Trenggalek/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Puluhan atlet paralayang dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Festival Paralayang Nasional 2019 di Bukit Tunggangan Trenggalek. Mereka berkompetisi di enam kelas yang dilombakan.

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kabupaten Trenggalek, Muhammad Azmi Nikmal, mengatakan even ke-2 di Trenggalek tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Agustus.

"Kegaiatan ini diikuti oleh 70an peserta dari berbagai daerah di Indonesia, ada yang dari Jakarta, Kalimantan, Papua maupun Makassar dan para atlet dari Jawa Timur serta daerah lain," kata Azmi, Sabtu (24/8/2019).

Dari data di Fasi Jatim, even di Trenggalek ini terdiri dari dua agenda. Yakni, liga seri ke-3 Jatim yang dikhususkan untuk atlet dari Jatim serta festival paralayang terbuka yang bebas diikuti oleh atlet dari seluruh Indonesia. Sedangkan kelas yang dilombakan terdiri dari enam kategori yakni siswa putra, siswa putri, usia 19 putra, isia 19 putri, overall dan master.


Para atlet paralayang akan melakukan take off dari puncak Bukit Tunggangan, di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Trenggalek. Pihaknya menjelaskan, pada festival kali ini pihaknya mengaku lebih siap dari even sebelumnya, sebab beberapa sarana dan prasara pendukung telah dipersiapkan lebih matang.

"Untuk akses jalan memang masih agak terjal, namun 60 persen sudah dilakukan pengerasan, tapi untuk atlet sekarang sudah bisa diantar sampai titik take off dengan mobil atau motor," ujarnya.

Pihaknya berharap dengan perlombaan paralayang tingkat nasional tersebut akan memacu pengembangan olahraga paralayang di Trenggalek. Azmi mengklaim, saat ini Fasi Trenggalek telah mengalami perkembangan yang signifikan, bahkan organisasinya telah memiliki enam atlet lokal potensial.

"Alhamdulillah perkembangan cukup bagus, sekarang ada enam atlet, kemudian pada kegiatan Porprov Jatim yang lalu kami berhasil menyabet juara tiga, padahal baru pertama," imbuhnya.


Azmi berharap perkembangan olahraga pemacu adrenalin tersebut bisa menyamai beberapa daerah yang telah maju, seperti halnya Kota Batu. Ia optimistis kemajuan itu bisa dicapai, dengan dukungan dari pemerintah daerah, perhutani dan berbagai pihak lain.

Sementara Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, mengatakan festival paralayang yang dilaksanakan di Durenan tersebut menjadi agenda penting sebagai perwujudan kebangkitan desa-desa di Trenggalek dalam mengembangkan potensi daerah.

"Ini adalah kemenangan dari warga-warga desa yang bisa membuat kawasan aerosport di kawasan tebing yang tadinya tidak ada apa-apanya, kemudian dengan kerja keras dibuka aksesnya hingga menjadi spot untuk paralayang ini," kata Arifin.

Bupati mengaku pemerintah memberikan dukungan kepada kegigihan masyarakat dan pemuda Kendalrejo yang memperjuangkan pengembangan olahraga paralayang. Pihaknya berencana akan mengelar even yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com