detikNews
Kamis 22 Agustus 2019, 17:59 WIB

9 Tersangka Pembakaran Polsek Tambelangan Segera Jalani Sidang

Deny Prastyo Utomo - detikNews
9 Tersangka Pembakaran Polsek Tambelangan Segera Jalani Sidang Tersangka pembakaran Polsek Tambelangan diserahkan ke Kejari Surabaya (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya - Berkas sembilan tersangka kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang, Madura memasuki tahap II. Barang bukti dan tersangka langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Kesembilan tersangka tersebut adalah Satiri, Bukhori alias Tebur, Abdul Rahim, Abdul Khodir Alhadad, Hadi, Supandi, Hasan, Ali dan Zainal.

Mereka datang pukul 12.30 WIB dari Polda Jatim dengan dikawal beberapa petugas. Kesembilan tersangka ini berjalan dengan tangan diborgol dan terbagi menjadi dua baris.

Mereka juga ditemani penasihat hukumnya. Tak hanya pengacara saja, mereka juga didampingi sanak famili yang datang dari Madura. Hingga pukul 15.50 WIB proses pelimpahan berkas tahap dua masih berlangsung.

"Hari ini proses tahap dua dari Kejaksaan (Kejari Surabaya) dari kesembilan tersangka kasus pembakaran Polsek Tambelangan, artinya berkas tahap dua ini sudah P21 artinya sudah siap di sidangkan," kata Andre Ermawan penasehat hukum tersangka kepada wartawan di Kejari Surabaya, Jalan Sukomanggal. Kamis (22/8/2019).


Andre Ermawan telah mempersiapakan upaya hukum kepada sembilan tersangka terkait kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura.

"Kami dari penasihat hukum tersangka akan mempersiapkan upaya-upaya hukum dalam pembelaan mereka semua untuk meringankan. Karena ada beberapa fakta yang harus diungkap, karena mereka ini tidak semuanya melakukan tuduhan yang dimaksud," kata Andre.

Andre menjelaskan kesembilan tersangka tersebut akan dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 200, Pasal 170 KUHP dan pasal 363.

"Tentunya tim kuasa hukum dari FPI Jawa Timur akan membela mereka sampai selesai," imbuh Andre.

Andre mengungkapkan pihaknya sudah mengajukan penangguhan penahanan kepada kesembilan tersangka. Namun penangguhan penahanan tersebut ditolak oleh Kapolda Jatim.


"Pada saat di Polda sudah kami ajukan penangguhan penahanan. Tapi tidak dikabulkan oleh Pak Kapolda. Kemudian saya ajukan kembali karena ada satu siswa yang umurnya sudah 20 tahun, dia siswa SMA. Itu juga kami lakukan penangguhan penahanan tapi juga tidak dikabulkan oleh Kapolda Jatim," lanjut Andre.

Andre menjelaskan terkait penahanan mereka yang rencananya ditahan di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo, namun ditolak. Andre juga mengaku belum mengetahui alasan penolakan tersebut.

"Tadi saya mendapatkan informasi, bahwa Medaeng menolak mereka ditahan di sana. Kurang tahu alasanyan apa nanti silakan tanya pihak kejaksaan," tandas Andre.

Saat ini, kesembilan tersangka masih diperiksa oleh penyidik dari Kejaksaan Negeri Surabaya.




Tonton Video Lagi, Polisi Bekuk 4 Pelaku Pembakaran Mapolsek Tambelangan Sampang:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com