detikNews
Kamis 22 Agustus 2019, 07:45 WIB

Inovasi 3 Mahasiswa ITS Ini Ubah Polusi Udara Jadi Gas Ramah Lingkungan

Titania Dewanti - detikNews
Surabaya - Tiga mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengubah polusi udara kendaraan bermotor menjadi gas yang aman dan layak dibuang. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Alvin Rahmad Widyanto, Vina Rizky Andina, dan Hafildatur Rosyidah dengan dibimbing oleh dosen Ir Endang Purwanti Setyaningsih MT.

Inovasi yang dikembangkan ini akan ditunjukkan sebagai bentuk karya penelitian di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 pada 27 Agustus mendatang. Tim tersebut sangat senang dan bangga saat bisa menjadi perwakilan ITS di ajang Pimnas. Mereka juga dapat berharap bisa menyabet medali emas nantinya.

Polusi udara yang dimaksud adalah jenis-jenis gas beracun yang dapat mengakibatkan gangguan atau penyakit pernapasan. Gas-gas tersebut di antaranya gas karbon monoksida, nitrogen oksida, dan hidrokarbon.


"Hal ini perlu ditangani karena melihat aktivitas manusia yang tidak bisa lepas dari kendaraan, yang jika dibiarkan akan semakin memperburuk kesehatan lingkungan," ujar Alvin dalam siaran pers yang diterima detikcom dari Humas ITS, Kamis (22/8/2019).

Untuk mengatasi masalah tersebut, mereka berinovasi untuk menciptakan katalitik konverter berupa reaktor atau tabung kecil yang berisi lempengan kawat tembaga dan senyawa kimia padatan katalis MnO2/Zeolit-Y Hierarki.

Alvin mengatakan tembaga dan katalis itu tersebut berguna mereduksi atau mengubah gas karbon monoksida, nitrogen oksida, dan hidrokarbon menjadi karbon dioksida, nitrogen, air, dan ion sulfat. Prosesnya adalah gas-gas beracun itu diserap dahulu oleh katalis kemudian dikonversi dengan katalis juga.


"Gas hasil konverter yang telah diteliti tersebut sangat aman dan bermanfaat bagi lingkungan. Seperti gas karbon dioksida sebagai bahan fotosintesis bagi tumbuhan, nitrogen untuk daya dukung kesuburan tanah, uap air dan ion sulfat sebagai produk yang aman bagi lingkungan," ujar Alvin.

Menurut Alvin, yang dipercaya sebagai ketua tim, reaktor katalitik dipasang oleh tim pada knalpot kendaraan dan disusun sedemikian rupa agar tidak menimbulkan polusi suara dari knalpot. Kelebihan katalitik konverter ini bisa digunakan selama satu tahun dengan masa sekali penggantian bahan. Selain itu, bahan katalis yang digunakan berharga ekonomis dan mudah didapatkan di pasar bahan kimia pada umumnya.



BPTJ Kampanye 'Jalan Hijau', Ajak Warga Gunakan Transportasi Umum:

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com