detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 17:17 WIB

Anggaran Cekak, Ekskavasi Dua Situs Sejarah di Pasuruan Terhambat

Muhajir Arifin - detikNews
Anggaran Cekak, Ekskavasi Dua Situs Sejarah di Pasuruan Terhambat Situs petirtaan di Dusun Sendang (Foto: Muhajir Arifin)
Pasuruan - Alokasi anggaran di sektor sejarah dan kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan minim. Cekaknya anggaran ini menghambat penanganan situs-situs sejarah, terutama yang baru ditemukan.

"Anggaran kita untuk ini (kepurbakalaan) sangat terbatas. Kalaupun ada ekskavasi, kita hanya bisa mengeluarkan dana untuk honor tim saja," kata Kabid Seni Budaya Disbudpar Kabupaten Pasuruan Nurul Hudayati, Selasa (20/8/2019).

Tiga situs sejarah ditemukan di Kabupaten Pasuruan dalam kurun dua tahun. Diantaranya pertirtaan di Dusun Sendang, Desa Manikrejo, Kecamatan Rejoso; struktur bata kuno di Dusun Kalongan, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen; dan susunan batu bata di Dusun Sekarkrajan, Desa Gondangrejo, Kecamatan Gondangwetan.

Situs petirtaan di Dusun Sendang, Desa Manikrejo, dipastikan merupakan cagar budaya. Namun Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur dan Disbudpar Kabupaten Pasuruan tak melakukan ekskavasi dan penanganan lebih lanjut karena warga menolak. Sebagian warga ingin kolam tua tersebut tetap berfungsi sebagai tempat mandi warga dan sumber air irigasi.


Pada 20 Juli 2018, struktur bata kuno ditemukan di persawahan Dusun Kalongan, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen. 5 bulan berselang, tepatnya Desember 2018, BPCB Jatim dan Disbudpar baru melakukan ekskavasi di Situs Kalongan ini.

Dari 15 titik galian, diketahui struktur bata tersebut merupakan saluran air kuno diduga peninggalan Majapahit. Secara umum kondisi bangunan masih utuh. Terdapat beberapa kerusakan namun bisa dipugar karena modelnya sudah diketahui.

Ekskavasi di Situs Kalongan dilanjutkan pada 5 Agustus lalu. Penggalian diperluas hingga belasan meter ke arah timur laut. Meski demikian belum ditemukan ujung dari saluran air itu.

"Untuk Situs Kalongan, Desa Candiwates, ekskavasi sudah dua tahap dan dinyatakan selesai. Kami belum menjadwalkan lagi akan dilakukan ekskavasi lagi atau tidak. Saya belum dapat laporan hasil ekskavasi yang kemarin dilakukan. Dari laporan itu nanti kita akan kaji dulu, konsultasi dulu dengan BPCB apa langkah selanjutnya," terang Nurul.

Belum kelar penanganan Situs Kalongan, pada Juli 2019 susunan batu bata ditemukan di Dusun Sekarkrajan, Desa Gondangrejo, Kecamatan Gondangwetan. Susunan bata merah tersebut tertanam di bawah gundukan bukit kecil yang selama ini ditanami pohon sengon.

BPCB sudah melakukan penelitian di Situs Sekarkrajan. Situs ini dinyatakan layak diekskavasi.

"Kalau Situs Sekarkrajan, kita jadwalkan tahun depan ekskavasi. Kami akan ajukan anggaran Rp 35 juta. Anggaran itu hanya untuk honor tim," terang Nurul.


Koordinator Wilayah Pasuruan BPCB Jatim, Sulikhin, mengatakan anggaran ekskavasi di lembaganya juga terbatas. Apalagi, beberapa tahun terakhir, BPCB melakukan ekskavasi di beberapa tempat di seperti Jombang, Mojokerto, Malang hingga Lamongan.

"Untuk yang di Pasuruan kegiatan dilanjutkan tahun depan. Kami sharing anggaran dengan pemerintah daerah," terangnya.

Selain anggaran, BPCB juga kekurangan tim ahli. Sehingga jadwal ekskavasi harus bergiliran.

"Kami kekurangan tim ahli. Kemarin habis dari Prigen, besoknya tim ahli langsung melakukan ekskavasi lanjutan di Ngoro, Jombang dan Trowulan, Mojokerto. Jadi selain menyesuaikan anggaran juga jadwal tim ahli," pungkas Sulikhin.




Tonton Video Ditemukan Candi Baru di Magelang, Kini Tengah Diekskavasi:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com