Mahasiswa Papua Tanggapi Insiden Penyerangan Asrama di Surabaya

Mahasiswa Papua Tanggapi Insiden Penyerangan Asrama di Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 19 Agu 2019 16:15 WIB
Mahasiswa Papua saat bertemu dengan Rektor Unitomo (Foto: Amir Baihaqi)
Mahasiswa Papua saat bertemu dengan Rektor Unitomo (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Insiden penyerangan di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan disesalkan para mahasiswa Papua. Mereka khawatir dengan keamanan mereka.

Salah satu mahasiswa asal Papua Emolita mengatakan sangat khawatir dengan keamanannya selama kuliah di Kota Pahlawan. Ketakutannya itu membuatnya sejak kemarin enggan keluar kos.

"Saya sekarang lagi nyusun skripsi. Saya mau bimbingan tapi pas dengar kabar itu kemarin saya takut dan nggak bisa buat apa-apa. Dan mau jalan ke mana juga ada rasa takut terjadi apa-apa dengan saya di jalan. Jadi makanya saya mau ke kampus itu takut sekali," kata Emolita kepada detikcom di kampus Unitomo Jalan Semolowaru, Senin (19/8/2019).

Emolita merasa bersyukur sebab insiden penyerangan disertai kata-kata rasis itu tidak sampai merembet ke lingkungan tempat kosnya. Selain itu, ia mendapat jaminan dari pihak kampus Unitomo.


"Saya tidak tinggal di asrama di Jalan Kalasan. Kos saya di Pumpungan. Warganya baik semua untungnya nggak berimbas," beber mahasiswa Fakultas Pertanian itu.

Peristiwa seperti ini, terang Emolita, sebenarnya bukan yang pertama kalinya. Sebab pada tahun kemarin juga sempat terjadi ketegangan gara-gara ujaran rasisme. Dan yang menjadi sasarannya adalah mahasiswa asal Papua.

"Karena tahun-tahun sebelumnya juga sudah pernah terjadi. Dan saya juga sudah pernah pulang karena peristiwa seperti begini. Dan saya pulang. Saya ketinggalan banyak sekali mata kuliah SKS," ujar mahasiswi semester 8 itu.

"Tahun kemarin saya ketinggalan satu semester. Untung ada dosen yang baik dan nilai saya dikasih A. Yang lain semuanya hancur karena peristiwa seperti begini," terangnya.


"Tadi sempat bapak saya telepon. Ya pasti orang tua juga khawatir setelah kejadian itu," tambah Emolita.

Emolita berharap, usai insiden di Kalasan, pihak keamanan bisa lebih memperketat lagi. Sebab bukan tidak mungkin mahasiswa asal Papua yang tidak punya hubungan dengan peristiwa itu akan menjadi sasaran.

"Harapan saya setelah peristiwa ini supaya tidak terjadi hal-hal seperti ini lagi. Keamanannya semakin diperketat khususnya mahasiswa Papua. Saya tidak mau terulang lagi seperti tahun sebelumnya," pungkasnya.



Mendagri Minta Gubernur Papua Barat Kembali ke Manokwari dan Tanggung Jawab:

[Gambas:Video 20detik]

(fat/iwd)