Bojonegoro Menyapa Dunia Dengan Tari Thengul

Bojonegoro Menyapa Dunia Dengan Tari Thengul

Ainur Rofiq - detikNews
Sabtu, 17 Agu 2019 20:07 WIB
Tari thengul menyapa dunia (Foto: Ainur Rofiq)
Tari thengul menyapa dunia (Foto: Ainur Rofiq)
Bojonegoro - Tari Thengul adalah tarian tradisional yang terinspirasi dari wayang thengul asal Bojonegoro. Tarian ini biasanya dipentaskan oleh penari secara berkelompok dengan gerakan, ekspresi dan kostum yang menyerupai Wayang thengul.

Tari ini merupakan tarian kreasi yang diciptakan para seniman, juga sebagai wujud apresiasi dan upaya untuk mengangkat kembali kesenian yang hampir tenggelam seiring dengan perkembangan jaman.

Pemkab Bojonegoro kini tengah berupaya menggebrak dan menggencarkan kembali thengul menjadi salah satu icon daerah yang wilayahnya dilalui sungai Bengawan Solo. Upaya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan bagi masyarakat Bojonegoro.

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan thengul dan kesenian sandur sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.


Pemerintah bersama masyarakat langsung tancap gas agar tercatat dalam rekor dunia Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa dan penyelenggara pagelaran Tari Thengul dengan peserta terbanyak yang berjumlah 2.019 penari yang terdiri dari pelajar sepenjuru Bojonegoro. Tak tanggung-tanggung thengul juga menyapa dunia melalui event Thengul International Folklore Festival (TIFF) 2019 bulan Juli lalu, dengan mendatangkan delegasi kesenian asing dari 4 negara, yaitu Polandia, Bulgaria, Mexico, dan Thailand.

Di hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-74, thengul Bojonegoro tampil dalam upacara kenegaraan di Istana Negara. Sebanyak 250 penari yang terdiri dari pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa ini menyapa dengan hangat Presiden RI, dan seluruh tamu undangan yang hadir.

Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanna sangat bangga dan mengapresiasi atas proses dan upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah bersama masyarakat Bojonegoro.


"Menghidupkan kembali kesenian yang hampir tertimbun ini tidaklah mudah, apalagi untuk dijadikan sebagai icon atau identitas sebuah daerah. Dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya dan kearifan lokal. Semangat Bojonegoro yang produktif harus selaras dan sinergi dengan tujuan bersama NKRI, yaitu SDM Unggul Indonesia Maju," ujar Ana, Sabtu (17/8/2019).

Ana menambahkan semangat ini akan terus dugencarkan untuk mempromosikan Bojonegoro ke penjuru dunia.

"Pinarak Bojonegoro," tandas Ana. (iwd/iwd)