detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 18:31 WIB

Pemkot Mojokerto Desak Pimpro Rusunawa Talangi Utang Pekerja di Warung

Enggran Eko Budianto - detikNews
Pemkot Mojokerto Desak Pimpro Rusunawa Talangi Utang Pekerja di Warung Foto file: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Utang para pekerja proyek rusunawa Kota Mojokerto di 3 warung dan 2 rumah kos Rp 36 juta lebih, sampai saat ini belum dibayar. Pemkot Mojokerto mendesak agar pimpinan proyek (Pimpro) rusunawa menalangi kontraktor untuk membayar utang tersebut.

Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mojokerto Muraji mengatakan, pihaknya akan mendatangi pimpro proyek rusunawa di Satuan Kerja Nonvertikal Penyediaan Perumahan Jatim, Surabay, Senin (19/8/2019). Instansi tersebut merupakan kepanjangan tangan dari Kementerian PUPR yang membangun rusunawa di Kota Onde-onde.

"Kami akan meminta pimpro atau PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) proyek rusunawa supaya menalangi kontraktor untuk membayar utang para pekerja di warung dan rumah kos. Supaya tidak ada gejolak di bawah," kata Muraji saat dihubungi detikcom, Jumat (16/8/2019).

Muraji menjelaskan, kontraktor pelaksana proyek rusunawa di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, PT Mina Fajar Abadi mempunyai dana jaminan pemeliharaan Rp 1 miliar lebih. Uang jaminan itu sampai saat ini masih di tangan PPK proyek di Satuan Kerja Nonvertikal Penyediaan Perumahan Jatim.


"Kalau uang jaminan itu cair, pimpro proyek tinggal minta ganti dari pihak kontraktor. Saat ini dalam proses pengajuan, pencairan September nanti," terangnya.

Jika pimpro proyek rusunawa tak bersedia menalangi utang para pekerja di warung dan rumah kos, lanjut Muraji, maka pihaknya terpaksa menunggu pencairan dana pemeliharaan September nanti. Jika hal ini terjadi, maka para pemilik warung dan rumah kos terpaksa harus kembali menanti pelunasan.

"Yang pasti Senin nanti kami sampaikan dua opsi itu ke pimpro rusunawa," tandasnya.

Para pekerja proyek rusunawa meninggalkan utang di 3 warung dan 2 rumah kos. Utang yang belum dibayar merupakan biaya hidup para pekerja selama April-Mei 2019. Padahal saat ini proyek rusunawa telah tuntas.


Utang mereka mencapai Rp 36,123 juta. Dengan rincian utang di warung Suliono Rp 15,878 juta, di warung Susi Jayanti (37) Rp 8,299 juta, di warung milik Agus Hartini Rp 9,646 juta. Selain itu, biaya sewa kamar kos juga belum dibayar. Nilainya Rp 1,4 juta di rumah kos Susio dan Rp 900 ribu di rumah kos milik Hari.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com