detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 11:27 WIB

Material Habis, Pengurusan SIM Warga Surabaya Dipusatkan di Satpas Colombo

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Material Habis, Pengurusan SIM Warga Surabaya Dipusatkan di Satpas Colombo Material SIM Habis/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Kehabisan material SIM, Satlantas Polrestabes Surabaya tutup sementara untuk layanan SIM keliling dan SIM Corner. Pengurusan SIM kembali dipusatkan di Satpas Colombo.

Kasat Lantas Polrestabes AKBP Eva Guna Pan Pandia mengatakan terhitung 12 Agustus 2019, material SIM di wilayahnya sudah habis. Sebagai gantinya, pemohon SIM akan mendapat surat keterangan sementara (Suket) yang disertai dengan barcode.

"Nanti akan kita beri barcode dan foto jadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu," kata kasat saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (16/8/2019).

Dia menambahkan pihaknya belum bisa memastikan kapan material SIM bisa didapat kembali. Pihaknya masih menunggu dari pihak Korlantas Mabes Polri terkait material SIM.


"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir. Sebab surat sementara itu sebagai penganti SIM sementara. Jika ada razia atau kegiatan lain di jalan raya itu (suket) bisa digunakan untuk sementara waktu, dengan masa berlaku satu bulan. Jika sebulan ke depan material belum ada kembali, akan kita ganti lagi yang baru. Mudah-mudahan tidak sampai satu bulan droping material bisa datang," lanjutnya.

Saat ini, dari data Satlantas Surabaya sebanyak 3.000 surat keterangan sementara SIM sudah dikeluarkan. Selain itu, sembari menunggu update sistem aplikasi yang baru, pihaknya memberikan bocoran jika kartu SIM yang baru akan menjadi multi fungsi dibandingkan dengan SIM yang lama. Salah satunya berfungsi sebagai e-Money.

"Sekilas contohnya sudah saya lihat, memang kartunya itu nanti berwarna merah putih Indonesia banget. Ke depan bisa digunakan sebagai e-toll dan mungkin juga kartu bayar juga, nanti semakin serba guna nantinya," ujarnya.

Saat ini, kata dia, di Surabaya sudah melayani perpanjangan SIM secara online, sehingga permintaan blangko SIM meningkat. Dalam satu bulan pemohon perpanjangan SIM mencapai 30-35 ribu.

"Satu hari bisa seribu pemohon perpanjangan SIM baru. Banyak sekali perpanjangan. Karena kita sudah online. Dulu pembuatannya di Papua ataupun di Aceh begitu lima tahun sudah habis, di Surabaya sudah bisa. Jadi banyak perpanjangan daripada mengurus baru," tandasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed