detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 14:14 WIB

Ini Sederet Tindakan Anarkis Mahasiswa Papua di Malang Saat akan Demo

Muhammad Aminudin - detikNews
Ini Sederet Tindakan Anarkis Mahasiswa Papua di Malang Saat akan Demo Sejumlah Mahasiswa Papua yang terlibat kerusuhan/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Kerusuhan Mahasiswa Papua dengan warga yang viral di media sosial terjadi di Jalan Basuki Rahmad, Kota Malang. Sebelum kericuhan pecah, mahasiswa itu rencananya akan menggelar demo di depan Balai Kota Malang.

Mereka tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengatakan, peristiwa terjadi di perempatan jalan sekitar pukul 09.30 WIB.

"Tapi dalam perjalanan, mereka terlibat gesekan dengan warga. Sampai terjadi saling lempar batu," kata Asfuri saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (15/8/2019).

Menurut kapolres, aksi AMP yang rencananya digelar depan Balai Kota Malang tidak mengantongi izin. Saat menerima informasi tersebut, pihaknya langsung menerjunkan personel untuk bersiaga di sejumlah titik.


"Mereka semakin bertindak anarkis, merusak beberapa fasilitas umum, melempari warga dengan batu dan memblokade jalan," tutur Asfuri.

Menurutnya, blokade jalan sempat dilakukan selama 30 menit. Sebelum para Mahasiswa Papua digiring meninggalkan lokasi.

"Sempat blokade, dan tentunya ini sudah melanggar aturan dalam menyampaikan pendapat," trangnya.

Suasana mencekam sempat terjadi ketika para mahasiswa asal Papua itu semakin anarkis. Di sekitar lokasi kejadian banyak berdiri kantor perbankan dan hotel. Akses jalan ditutup untuk menghindari jatuhnya korban.

Polres Malang Kota mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Malang. Karena sebentar lagi Bangsa Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan yang ke-74.


Penyampaian pendapat diharapkan tetap mematuhi koridor hukum yang berlaku. "Sebentar lagi, kita semua memperingati hari kemerdekaan ke-74, mari bersama-sama dengan semangat kemerdekaan, untuk tetap menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Malang," kata Asfuri.

"Bagi rekan-rekan mahasiswa asal Papua, silakan untuk menimba ilmu di Kota Malang. Jangan sampai kegiatan di luar kampus, diisi dengan perbuatan yang merugikan masyarakat banyak," sambung Asfuri.

Pihaknya juga meminta Pemerintah Provinsi di Papua, mengkaji kembali pemberian beasiswa kepada warganya untuk berkuliah di Kota Malang.

"Karena mereka di sini, menyuarakan kemerdekaan Papua, yang jelas-jelas melanggar aturan. Seperti yang terjadi pagi tadi," tutup Asfuri.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com