Dishub Ngawi Kaget Video Sopir Marah-marah Tuduh Petugas Pungli Viral

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 15 Agu 2019 13:41 WIB
Korsatpel Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), Widodaren Ngawi Tri Handono/Foto: Sugeng Harianto
Ngawi - Kementerian Perhubungan Ngawi menggelar rapat bersama petugas jembatan timbangan (JT) Widodaren. Mereka membenarkan aksi sopir 'permalukan' petugas timbang terjadi di JT Jalan Raya Ngawi-Solo, Widodaren, Ngawi.

"Kejadian dalam video itu memang betul ada terjadi di Ngawi. Kami akan jelaskan dan ini masih kita bahas," kata Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kementerian Perhubungan, Widodaren, Ngawi, Tri Handono saat dikonfirmasi detikcom Kamis (15/8/2019).

Rapat yang berlangsung santai itu, kata Tri, untuk membahas kronologi aksi sopir 'permalukan' petugas JT dengan tuduhan melakukan pungli. Seperti yang tergambar dalam video berdurasi tiga menit 13 detik yang tengah viral di Facebook.


"Memang itu video betul di Jembatan Timbangan Widodaren, Ngawi. Seperti apa kronologinya ini sedang kita bahas," imbuhnya.

Video aksi berani sang sopir yang viral mengagetkan Kementerian Perhubungan di Ngawi. Selain pihaknya, Dishub Ngawi juga kaget, terlebih dalam video yang direkam sendiri itu, sang sopir truk bernama Malik beberapa kali menyebut dishub.

"Kita terus terang juga kaget dengan video itu. Makanya dinas perhubungan ke sini merasa disebut dalam video itu. Padahal jembatan timbang itu ranahnya di kami, Kementerian Perhubungan," terangnya.


Aksi sopir 'permalukan' petugas JT itu terjadi pada Senin (12/8) sekitar pukul 16.30 WIB. Sang sopir tidak terima dengan hasil timbangan yang dilakukan petugas di Ngawi lantaran menunjukkan angka yang berbeda dari timbangan di tempat sebelumnya.

Dalam video yang sudah mendapat ribuan tanggapan dari netizen itu, Malik menjelaskan perbedaan hasil timbangan yang menurutnya atas kecurangan petugas. Di Bali, hasil timbangan kendaraan yang mengangkut jeruk itu kurang dari 10 ton. Kemudian di pelabuhan mencapai 9.700 kg. Sedangkan di Ngawi hampir 11,4 ton. Tepatnya 11.380 kg.

Ia menduga petugas JT melakukan pungli. Saat petugas mengatakan jika mereka tidak mengambil pungli barang sepeserpun, sopir asal Mojokerto itu menimpalinya.

"Nggak ngambil, tapi timbangane awur-awuran Pak," kata Malik. (sun/fat)