detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 13:19 WIB

Pawai Lampion di Hari Pramuka Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Pawai Lampion di Hari Pramuka Banyuwangi Pawai Lampion di Hari Pramuka di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Hari Pramuka tiap tanggal 14 Agustus diperingati dengan meriah oleh Banyuwangi. Tidak hanya upacara peringatan, namun juga digelar pawai lampion, tradisi setiap peringatan Hari Pramuka.

Upacara Hari Pramuka yang berlangsung di Gedung Pramuka Banyuwangi, Kamis (15/8/2019) dipimpin Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Upacara itu diikuti sekitar 500 pramuka dari tingkat siaga, penggalang, penegak, dan pandega.

Di hadapan peserta upacara, Bupati Anas berpesan tentang pentingnya menumbuhkan sifat peduli pada lingkungan sekitar dalam diri setiap anggota pramuka. Pramuka yang dikenal dengan sikapnya yang suka menolong, diharapkan Ànas bisa turut membantu memberikan solusi masalah sosial.

"Coba tengok sekitar kita, mana tetangga yang butuh dibantu. Kalau ada yang sakit, atau putus sekolah segera laporkan ke lurah atau kades, biar nanti bersama-sama ditangani pemkab," kata Anas.

Selain itu, Anas meminta agar pramuka terus mengasah soft skillnya, yakni berupa karakter diri. Karakter-karakter positif yang bisa ditumbuhkan antara lain kerja keras, bersikap terbuka, punya rasa ingin tahu, dan daya juang yang tinggi.


"Karakter semacam ini bila kalian miliki, akan membantu meraih kesuksesan. Mulai sekarang, kalian harus belajar kerja keras, rajin menambah wawasan. Dan tak kalah penting, adalah meningkatkan kemampuan bekerja sama dengan pihak lain. Sekarang eranya kolaboratif, jadi semua harua bergandeng tangan dengan pihak lain untuk mempercepat kemajuan," kata Anas.

Malam sebelumnya, digelar pawai lampion yang diikuti lebih dari 700 siswa SD-SMP, Rabu (14/8/2019) malam. Karnaval ini berlangsung menarik. Ratusan lampion dalam berbagai bentuk tampak berkelap kelip di jalanan protokol Banyuwangi. Beragam bentuk lampion dibawakan siswa yang semuanya mengenakan seragam pramuka.

Menariknya, lampion-lampion itu didesain dalam bentuk-bentuk yang menggambarkan kekayaan seni dan budaya suku bangsa yang ada di Indonesia. Ada lampion yang berbentuk kostum suku Asmat, miniatur rumah joglo, rumah Minangkabau, dan berbagai ornamen lain yang khas Indonesia.

Maklum saja, pada tahun ini pawai lampion mengangkat tema: "Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI," sehingga semua siswa membawa lampion dengan beragam budaya nusantara.

Pawai ini pun menjadi tontonan yang menarik bagi warga Banyuwangi. Penonton memadati jalan-jalan protokol yang dilewati peserta pawai. "Melihat lampu-lampu yang berjalan di malam hari itu sangat menakjubkan," kata Ratnawati yang malamnitu nonton bersama dua putranya.

Selain berpawai lampion, peserta juga menggelar fragmen. Seperti penampilan siswa SMPN 4 Banyuwangi yang menyuguhkan kisah asal usul rumah Minahasa. Selain itu, ada pula treatikal yang memperagakan perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang berjuang merebut NKRI. Seperti yang dimainkan MTs Darunajah, para pelajar ini menyuguhkan fragmen perjuangan merebut kemerdekaan.

"Saya bangga kalian bisa menampilkan keanekaragaman Indonesia," kata Bupati Anas di hadapan peserta.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com