detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 10:59 WIB

Ratusan Warga Ponorogo Napak Tilas Rute Gerilya Jenderal Soedirman

Charolin Pebrianti - detikNews
Ratusan Warga Ponorogo Napak Tilas Rute Gerilya Jenderal Soedirman Warga Ponorogo Lakukan Napak Tilas Jenderal Sudirman/Foto: Charolin Pebrianti
Ponorogo - Sinar matahari yang terik tidak menyurutkan langkah semangat 300 warga Ponorogo yang melakukan napak tilas perjuangan pahlawan nasional, Jenderal Soedirman. Ini sebagai rasa syukur menjelang HUT RI.

Mereka ingin mengenang perjuangan sang panglima besar demi merebut Kemerdekaan RI. Para peserta terdiri dari dari unsur Muspika, perangkat desa, mahasiswa Unmuh Ponorogo (KKN), Satgas MTA, PP Muhammadiyah (Kokam), GP Anshor (Banser) Pokdarkamtibmas, Senkom dan masyarakat umum lainnya.

Berbekal semangat dan bendera merah putih, rombongan berangkat dari salah satu rumah di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo. Rumah milik Langgeng ini diyakini warga sekitar sebagai lokasi beristirahat Jenderal Soedirman bersama pasukannya.

"Sawoo beruntung menjadi salah satu lokasi beristirahat pahlawan Sudirman saat melakukan perang gerilya," tutur Kapolsek Sawoo AKP Edi Suyono, Kamis (15/8/2019).

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-74 dan mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekaan, Muspika Kecamatan Sawoo menyelenggarakan kegiatan napak tilas rute gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman di wilayah Kecamatan Sawoo.


Napak tilas Panglima Soedirman di Ponorogo/Napak tilas Panglima Soedirman di Ponorogo/ Foto: Charolin Pebrianti

Rute napak tilas dimulai dari rumah peristirahatan Panglima Besar Jenderal Soedirman di Desa Ngindeng dan berakhir di lapangan SMPN 1 Sawoo dengan menempuh jarak kurang lebih 6 KM.

"Ini menandakan bahwa masyarakat masih sangat peduli dan menghormati jasa-jasa para pahlawan kita," terang dia.

Jenderal besar Raden Soedirman adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa revolusi Nasional Indonesia. Sebagai Panglima Besar tentara Nasional Indonesia pertama, ia adalah tokoh perang gerilya yang dihormati di Indonesia.

Perang gerilya merupakan sebuah taktik perang yang lekat dengan Jenderal besar Soedirman. Pada agresi Belanda kedua Jendral Soedirman melakukan perang gerilya ke berbagai wilayah di Jawa Timur.

"Ke depan kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan kembali agar Nasionalisme tetap terjaga. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya," pungkas dia.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed