detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 16:45 WIB

Larang Penggunaan Kantong Plastik di Surabaya, Ini Lima Imbauan Risma

Amir Baihaqi - detikNews
Larang Penggunaan Kantong Plastik di Surabaya, Ini Lima Imbauan Risma Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengeluarkan surat edaran imbauan pelarangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Ada lima imbauan larangan yang disampaikan dalam surat bernomor 660.1/7953/436.7.12/2019 dan tertanggal 13 Agustus 2019 itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Eko Agus Supriyadi mengatakan imbauan larangan penggunaan kantong plastik berlaku sejak diterbitkannya surat edaran itu. Pelarangan itu juga merupakan upaya Kota Pahlawan agar bisa terbebas dari sampah plastik.

"Ya berlakunya mulai surat itu diterima ya. Itu kan masih edukasi, imbauan, supaya tidak menggunakan plastik. Nanti ke depan, di luar negeri, di Nairobi itu seluruh negara sudah tidak boleh pakai plastik atau membuang contohnya," kata Eko saat dihubungi, Rabu (14/8/2019).

"Di Bali juga sudah tidak pakai. Ini Surabaya penginnya zero waste-lah. Ya pelan-pelan bagaimana caranya biar balik lagi seperti zaman dulu," tambah Eko.

Larangan memakai kantong plastik sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 01 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perda Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya. Selain itu, dalam surat edaran disebutkan sebagai upaya pengendalian sampah bersama.


Dikatakan Eko, surat tersebut juga ditujukan kepada seluruh organisasi perangat daerah yang ada di Surabaya. Dari mereka, kemudian dilakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap penggunaan kantong plastik.

"Ya dinas-dinas lain itu kan punya binaan ya, misal di pariwisata di restoran-restoran, ya mereka harus aktif turun ke masing-masing binaannya. Kita bantu melalui pasal-pasal juga. Disperindag juga di mal-mal, jadi kemudian PTSP perindustrian tugas pokok masing-masing memang diperintahkan Bu Wali ini agar mulai diperketat," terang Eko.

Sedangkan untuk sanksi, lanjut Eko, pihaknya saat ini baru melakukan tahap imbauan dan sosialisasi. Sebab, meskipun sudah ada perdanya, pengaturan sanksi harus diperkuat dengan peraturan wali kota (perwali), yang saat ini sedang disusun.

"Larangan kan di situ ada perdanya. Lalu baru terbit perwali dan sanksinya di situ. Ini kita lagi susun. Kan kalau ada aturan ada sanksi," tandas Eko.


Adapun isi lima imbauan larangan penggunaan kantong plastik dalam surat edaran itu adalah:

1. Tidak lagi menggunakan bungkus plastik dan styrofoam pada makanan dan minuman.
2. Menghindari penggunaan styrofoam dan bahan plastik yang tidak ramah lingkungan untuk wadah dan/atau kemasan.
3. Menggunakan kantong plastik atau bioplastik yang ramah lingkungan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
4. Melakukan pemilahan sampah sekurang-kurangnya untuk tiga jenis, yaitu sampah sisa makanan, plastik, dan kertas.
5. Mendaur ulang sampah plastik dan kertas yang dapat didaur ulang (recycleable) baik dilakukan sendiri atau menunjuk pihak lain yang kompeten.


Simak Video "Parah! Pria Ini Buang Sampah Berplastik-plastik ke Sungai Musi"

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed