detikNews
Selasa 13 Agustus 2019, 20:27 WIB

Marinir Indonesia dan AS Berlatih Tembak Tempur, Yuk Intip!

Ghazali Dasuqi - detikNews
Marinir Indonesia dan AS Berlatih Tembak Tempur, Yuk Intip! Latihan bersama Marinir TNI AL dan Amerika Serikat (USMC)/Foto: Istimewa
Situbondo - Kemampuan menembak Marinir TNI AL terus diasah. Dalam latihan bersama Marinir Amerika (USMC) di Situbondo, mereka berlatih Tembak Tempur Ofensif (TTO) dan Tembak Tempur Defensif (TTD).

Latihan bersama tersebut bertajuk Platoon Exchange (Platex) 2019. Dua materi latihan tembak tempur itu dilaksanakan di Puslatpur Marinir 5 Baluran, di Kecamatan Banyuputih.

Marinir TNI AL dan USMC sama-sama mendapat pengasahan keahlian menembak dari pelatih. Melalui rilis pers yang diterima detikcom, kegiatan TTO dilakukan dari jarak 150 meter. Prajurit kedua negara harus berlari menuju jarak 100 meter untuk melaksanakan penembakan dengan posisi tiarap.


Selanjutnya, para prajurit merangsek maju hingga ke jarak 50 meter. Mereka kemudian menembak dengan posisi berlutut.

Tak sampai di situ, usai menembak dengan posisi berlutut, mereka berjalan sambil menembak hingga di jarak 25 meter. Sementara untuk TTD, Marinir kedua Negara melaksanakan penembakan dari jarak 300 meter.
Latihan menembak Marinir Indonesia dan Amerika/Latihan menembak Marinir Indonesia dan Amerika/ Foto: Istimewa

Latihan ini disaksikan langsung Mayor Marinir Eko Budi Prasetyo, selaku Komandan Satgas Latma Platex 2019. Selain itu, turut hadir Perwira Interpreter Mayor Marinir Anton Waris Kuncoro, Pasiops Yonif 3 Mar Mayor Marinir Iskandar Muda Tanjung dan Kapten USMC Alfarado.

"Latihan menembak TTO dan TTD ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik maupun taktik prajurit Marinir kedua Negara, dalam menggunakan senjata perorangan," kata Mayor Marinir Eko Budi Prasetyo, Selasa (13/8/2019).


Selain TTO dan TTD, lanjut dia, dalam Latma Platex 2019 juga dilaksanakan menembak senjata bantuan General Purpose Machine Gun (GPMG). Penembakan ini dilakukan dari jarak 400 meter dan dilakukan pada malam hari. Selain menembak, Prajurit Marinir kedua negara juga dilatih beberapa materi lainnya.

"Di antaranya patroli tempur, GMUK, Serangan, pertempuran jarak dekat dan jungle survival," tambah Eko Budi.

Latma Platex 2019 ini akan berlangsung hingga 27 Agustus 2019. Daerah latihan meliputi Mako Yonif 3 Marinir Gedangan, Puslatpurmar 5 Baluran dan di Hutan Selogiri Banyuwangi.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com