BKSDA Jatim Gagalkan Pengiriman Ratusan Kulit Ular Sanca ke Turki

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 13 Agu 2019 16:11 WIB
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur melalui Resort Konservasi Wilayah (RKW) 14 Banyuwangi, kembali menggagalkan pengiriman kulit kering satwa yang membutuhkan surat izin.

Setelah kulit kering biawak, kali ini RKW 14 berhasil mengamankan ratusan kulit kering ular yang siap akan dikirim ke luar negeri. Ratusan kulit ular Sanca Kembang itu rencananya akan diselundupkan ke negara Turki, melalui Bandara Banyuwangi.

Kepala Resort Konservasi Wilayah 14 BKSDA Jawa Timur Vivi Primayanti mengatakan, terungkapnya penyelundupan ratusan kulit ular ini berawal dari kecurigaan petugas dengan barang bawaan dua WNA asal Turki. Setelah paket dimasukkan ke X Ray Avec ternyata isinya mencurigakan.

Sehingga barang bawaan terpaksa dibongkar petugas. Setelah diperiksa isinya ratusan kulit ular yang akan dibawa ke Turki melalui Bandara Banyuwangi. Pengakuan dua WNA Turki tersebut bahwa ratusan kulit ular Sanca Kembang itu didapat dari Denpasar Bali.

"Jenisnya ini Sanca Kembang Python Reticulatus, 142 lembar," kata Vivi Primayanti kepada detikcom, Selasa (13/8/2019).


Dia menambahkan, ular Sanca Kembang itu sebenarnya masuk jenis satwa liar yang tidak dilindungi. Karena ular Sanca Kembang tersebut masuk dalam katagori satwa liar yang belum terancam punah.

Akan tetapi akan menjadi terancam punah jika perburuannya tidak terkontrol di alam liar. Ratusan kulit ular Sanca Kembang tersebut saat ini disita BKSDA Jawa Timur. Kulit ular itu akan dijadikan barang bukti sitaan, karena tidak memiliki surat izin angkut dan surat izin edar barang.

"Ini sebenarnya tidak dilindungi namun satwa ini masuk dalam daftar Apendik Cites 2. Di situ peredaranya harus dikontrol dengan menggunakan dokumen cirinya. Karena jika tidak dikontrol nanti dialam pengambilanya secara brutal yang mengakibatkan satwa ini punah nantinya," tambahnya.

Sementara untuk dua WNA yang membawa ratusan lembar kulit ular kering tersebut dilepaskan. Namun untuk barang bawaan mereka terpaksa harus ditinggalkan lantaran tidak memiliki dokumen.

"Kita lepaskan karena tidak ada unsur pidana. Sementara pelaku kita lepaskan untuk kembali ke negaranya," pungkasnya.




Tonton Video Malaysia Berhasil Gagalkan Penyelundupan 5.000 Terappin:

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)