detikNews
Selasa 13 Agustus 2019, 14:19 WIB

Di Blitar Ditemukan Banyak Jeroan Daging Kurban Terpapar Penyakit

Erliana Riady - detikNews
Di Blitar Ditemukan Banyak Jeroan Daging Kurban Terpapar Penyakit Pemeriksaan daging kurban khususnya jeroan/Foto: Erliana Riady
Blitar - Jika Anda mendapat daging kurban terutama di bagian jeroan, ada baiknya diperiksa terlebih dulu sebelum dimasak. Sebab, dikhawatirkan ada cacing (fasciolosis) di bagian hati dan bagian paru-paru bersih dari bintik merah tanda radang paru-paru (pneumonia).

Pemeriksaan secara teliti daging kurban ini, sangat penting. Sebab, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkot Blitar menemukan banyak jeroan daging kurban terpapar penyakit.

"Sampai siang ini terdata, sapi yang mengalami fasciolosis sebanyak 103 ekor, kambing sebanyak 76 ekor. Sedangkan sapi yang mengalami pneumonia sebanyak 11 ekor dan kambing sebanyak 24 ekor," kata Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh dikonfirmasi detikcom, Selasa (13/8/2019).

Sejak Minggu (10/8), tercatat sebanyak 455 sapi, 1277 kambing dan seekor kerbau dijadikan hewan kurban di Kota Blitar. Ada sekitar 300 lokasi dilaksanakan pemotongan hewan kurban, di luar RPH Pemkot Blitar di kawasan Pasar Dimoro.


Meski Pemkot Blitar mengimbau agar pemotongan dilakukan di RPH secara bergiliran, namun pada kenyataannya banyak warga yang memotong hewan kurban di rumah atau musala sekitar mereka tinggal.

"Kami sudah imbau untuk memotong di RPH sebenarnya. Namun karena kapasitas RPH bisa memotong 45 ternak per hari, mungkin warga kemudian memilih untuk memotong sendiri," ujarnya.

Menurut Dewi, penyakit yang terdapat di organ dalam hewan kurban tersebut tidak terdeteksi dari luar. Karena sebelum dipotong pihaknya secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Pemkot Blitar, telah menempatkan dua pemantau hewan kurban di tiap kelurahan.

"Jadi saat pemeriksaan ante mortem, kondisi fisik hewan-hewan kurban ini sehat. Namun saat disembelih, baru diketahui jika di bagian hati ada cacingnya. Atau di paru-parunya mengalami pneumonia," ungkap Dewi.


Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Dewi langsung memerintahkan bagian jeroan yang terpapar penyakit diafkir atau dibuang. Sementara, bagian daging lain yang aman dikonsumsi, bisa dibagikan ke warga.

"Sesuai UU No 41 tahun 2014, pemerintah menjamin daging kurban itu aman, sehat, utuh dan halal. Atau asuh. Kami sudah upayakan itu secara maksimal. Namun tidak bisa memaksakan warga harus motong di RPH," imbuhnya.

Dari 300 lokasi penyembelihan hewan kurban tahun ini, terbanyak di Kecamatan Sananwetan. Sedangkan di RPH, untuk hari pertama pemotongan, Minggu (10/8) dipotong sebanyak 43 ekor ternak, hari kedua sebanyak 21 ternak dan terakhir hari ini hanya empat ekor ternak.




Simak juga video Kurban Tanpa Limbah di Masjid Al Akbar Surabaya:

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed