Dugaan Pembunuhan Pemilik Toko Batik yang Berlanjut Perburuan Sang Istri

Round-Up

Dugaan Pembunuhan Pemilik Toko Batik yang Berlanjut Perburuan Sang Istri

Suki Nurhalim - detikNews
Selasa, 13 Agu 2019 09:15 WIB
Dugaan Pembunuhan Pemilik Toko Batik yang Berlanjut Perburuan Sang Istri
Lokasi korban ditemukan tewas bersimbah darah (Foto file: Sugeng Harianto)
Madiun - Kasus dugaan pembunuhan seorang pemilik toko batik di Madiun tengah diselidiki. Pihak berwajib memburu sang istri, yang menurut pengakuan korban semasa hidup, perempuan tersebut kerap marah-marah.

Warga Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Pandean, Kota Caruban, Madiun, digegerkan oleh tewasnya Darwin Susanto (35). Pemilik toko baju batik itu ditemukan tewas dengan kondisi bersimbah darah di tempat tidur.

"Korban ditemukan dengan kondisi banyak darah di tempat tidur dan tembok kamar. Dengan posisi telentang," ujar Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan di lokasi, Minggu (11/8).

Ruruh mengungkapkan korban ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB oleh Susila Utama (32), adik ipar korban, yang kebetulan mampir ke toko. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus warna kuning dan sarung warna cokelat.

Karena korban ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah, Satuan Reskrim Polres Madiun menduga Darwin sebagai korban pembunuhan. "Kita masih menduga saja, karena ada banyak darah pada jenazah korban," imbuh Ruruh.


Polisi kemudian memburu perempuan berinisial H. Ia merupakan istri Darwin. Perburuan H dilakukan karena, saat sang suami ditemukan tewas, ia dan anaknya yang masih balita tidak berada di tempat. Polisi menduga Darwin menjadi korban pembunuhan.

"Jadi sang istri korban saat ini tidak di rumah tempat berjualan baju. Jadi kita masih lakukan penyelidikan di mana sang istri berada," terang Ruruh, Senin (12/8).

Ruruh menambahkan, polisi juga tengah mencari alat bukti kasus dugaan pembunuhan itu. Polisi menggeledah toko baju yang juga tempat tinggal korban dan istri serta anaknya.

"Kita sudah geledah lokasi untuk mencari alat bukti pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Tapi belum kita ketemukan," paparnya.


Pasangan suami-istri itu, kata Ruruh, baru merintis usaha toko baju sekitar tiga bulan lalu dengan mengontrak rumah. Mereka warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan. Selama mengontrak, mereka sering dikunjungi adik H, Susila Utama, yang tinggal di Dusun Dungdawung, Desa Wonorejo.

"Mereka baru kok, tinggal ngontrak dan jual baju. Tapi akhir-akhir ini kok sering tutup," ujar kata Budi Rahayu (65), pemilik toko sebelah.

Sebelum ajal menjemput, korban sering curhat bahwa istrinya, H, sering marah. "Kan dia (korban) belum lama menempati kontrakan dan jual baju, sering juga ke toko saya karena paling dekat. Sering bercerita, istrinya suka marah," imbuhnya.

Budi mengatakan korban tidak menjelaskan secara detail tentang penyebab istrinya marah. Saat datang ke tokonya yang bersebelahan itu, lanjut Budi, korban selalu berwajah murung dan tidak tenang.

"Saat kemari, (korban) tidak detail ceritanya alasan istri marah-marah itu," pungkasnya.



Tonton juga video Pembunuhan SPG di Bali Terkuak, Pelaku Gigolo Sakit Hati:

[Gambas:Video 20detik]

(sun/fat)
Berita Terkait