Kisah Suwondo, Pensiun Dini demi Hijaukan Pesisir Blitar Selatan

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 13 Agu 2019 07:25 WIB
Suwondo warga Blitar (Foto: Erliana Riady)
Suwondo warga Blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Namanya Suwondo. Pria berusia 65 tahun ini rela mengajukan pensiun dini untuk fokus menghijaukan kawasan sekitarnya. Modalnya adalah dana pinjaman yang diangsur dari uang pensiunan. Kerja nyata Suwondo sekarang bisa dilihat dengan menghijaunya kawasan sejauh 19 kilometer sepanjang pesisir pantai di Blitar selatan.

Warga Dusun Krajan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, itu pensiun dini dari PNS sejak 2010. Uang pensiun yang diterima sebagian disisihkan untuk membiayai penanaman pohon di sekitar kampungnya. Lelaki ini miris terhadap kondisi pesisir pantai yang gundul dan gersang.

"Saya besar di kawasan pesisir pantai selatan. Dulu waktu saya kecil, pantai di Tambakrejo ini termasuk hutan lindung. Hutannya masih lebat dan banyak hewannya. Sekarang kawasan pantai selatan gundul dan gersang. Sedih saya melihatnya," kata Suwondo kepada detikcom, Selasa (13/8/2019).

Pensiunan tukang kebun di SDN Tambaksari 3 ini mulai mengisi hari-harinya dengan menanam tumbuhan dan terus menanam. Sekitar 2014, Suwondo memperluas area penanamannya hingga pesisir Pantai Pasentran Gondomayit. Sebanyak 300 bibit pohon cemara hasil cangkokannya sendiri ditanamnya di sepanjang bibir pantai.

"Tapi tidak saya sendiri. Saat itu saya bekerja sama dengan Poskamladu dan pemerintah desa. Saya juga sudah mendirikan organisasi Jawa Dipa Nusantara, bergerak di bidang kebudayaan dan lingkungan. Saya punya grup karawitan," jelasnya.


Menurut Suwondo, kebudayaan dan kelestarian lingkungan ini tidak saling berkaitan. Namun jika kebudayaan maju, otomatis kesadaran terhadap lingkungan tinggi.

"Karena budaya itu olah roso (olah rasa), termasuk rasa sayang pada sekitar dan lingkungannya," ujarnya.

Tanpa terasa, kegiatan menanam itu sudah berjalan sepanjang 17 tahun. Beragam jenis pohon ditanamnya, mulai pohon cemara, pandan, hingga reside. Ia juga menanam tanaman produktif, seperti kelapa, nangka, jambu merah, mangga, srikaya, alpukat, sukun, dan jengkol.

Kawasan yang hijau pun makin luas, sampai sejauh 19 km. Mulai Pantai Gayasan, Legundi, Peden Cilik, Sumur Gumuling, Pelabuhan, Tambakrejo, Pasir Putih, Gondomayit, Banteng Mati, Selok Tinggi, dan Kresek. Tentu tak sedikit biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan itu.

"Saya pinjam di bank. Total pinjaman saya sekarang Rp 140 juta. Ya untuk kegiatan ini semua. Saya angsur pakai uang pensiunan. Sisanya Rp 375 ribu per bulan. Itu yang saya pakai untuk hidup," ungkap Suwondo apa adanya.


Selama masih bisa mengangsur, dana tidak menjadi kendala bagi Suwondo untuk terus menghijaukan pesisir selatan. Namun bukan hanya itu kendalanya, Suwondo juga harus ekstrasabar menghadapi ulah pihak tak bertanggung jawab yang sengaja mencabuti bibit pohon yang telah ditanamnya.

"Pohon cemara yang saya tanam di pinggir pantai itu dicabuti orang ndak tanggung jawab. Tapi tidak ada masalah, saya tanami lagi di tempat yang dicabut tadi. Begitu seterusnya... kuat-kuatan," jawabnya sambil tertawa.

Perjuangan Suwondo akhirnya mendapat ganjaran. Dia mendapat penghargaan Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup Kalpataru Provinsi Jawa Timur Tahun 2019.

Penghargaan Kalpataru tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada puncak acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Probolinggo, Minggu (28/7/2019).

Bukan penghargaan yang menjadi tujuannya. Namun melihat kondisi pesisir selatan Blitar yang hijau, itulah yang membuatnya bahagia. Apalagi para pengunjung pantai bisa berteduh di bawah cemara yang rindang.


Kisah Suwondo, Pensiun Dini Demi Hijaukan Pesisir Blitar Selatan
(fat/fat)