Inspiratif, Polisi di Lamongan Dirikan Rumah Singgah untuk Anak Yatim

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 09 Agu 2019 10:37 WIB
Peresmian rumah singgah yang didirkan polisi di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Inspiratif, seorang polisi di Lamongan memupuk kebersamaan bersama warga dengan mendirikan rumah singgah untuk anak yatim piatu dan orang terlantar. Kini, rumah singgah yang baru saja diresmikan tersebut sudah menampung 23 anak yatim dan piatu.

Berawal dari keprihatinannya melihat banyak anak-anak yatim piatu yang hidup serba kekurangan dan jauh dari kata sejahtera, membuat hati Aipda Purnomo terenyuh dan mencari cara untuk bisa menampung mereka dalam sebuah rumah.

"Rumah singgah ini kita bangun selama 4 bulan. Dan saat ini sudah dihuni oleh 23 yatim dan piatu," kata Purnomo, sang polisi yang menginisiasi pendirian rumah singgah yang berlokasi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo ini, Jumat (9/8/2019).

Menurut Purnomo, rumah singgah yang diberi nama Rumah Pintar Insan Madani ini semata-mata didirikan untuk menampung orang-orang terlantar, anak yatim-piatu dan kaum duafa. Sebelum Rumah Pintar itu terwujud, Purnomo bersusah payah merintisnya, mulai dari menyisihkan gaji bulanannya hingga ia rela berjualan bunga dan pohon bidara selepas menjalankan tugas sebagai polisi.

"Polisi tak sekedar menjadi pelindung dan pengayom masyarakat saja, namun melalui kepedulian membantu anak yatim piatu juga cara polisi untuk selalu dekat dengan masyarakat," kata Purnomo yang merupakan anggota Satlantas Polres Lamongan yang bertugas di Polsek Babat ini.

Pohon kebaikan berbuah kebaikan, niat baik Purnomo pun mengundang kepedulian banyak warga. Orang-orang yang tinggal di sekitar rumah dan di kecamatan lainnya di Lamongan, lantas ikut bergabung bersama, hingga akhirnya terbentuklah sebuah yayasan Berkas Bersinar. Setelah tumbuh besar, Yayasan ini kemudian melebarkan sayapnya dalam membantu lainnya. Banyak masyarakat di beberapa kabupaten, seperti Bojonegoro, Jombang, Tuban, Gresik dan Lamongan yang menderita sakit disokong dana oleh yayasan Berkas.

"Uang gaji saya kumpulkan sedikit demi sedikit, dan dibantu warga lainnya, Alhamdulillah akhirnya kami bisa mempunyai rumah pintar," kata Purnomo.

Hingga kini, rumah singgah yang dibangun selama 4 bulan tersebut sudah dihuni 23 anak-anak yatim dan piatu. Tak sekadar singgah, anak-anak ini juga belajar baca tulis Alquran yang langsung diajar oleh para alumni Ponpes Langitan, Widang Tuban.


Foto: Eko Sudjarwo


"Untuk makan dan minum di rumah singgah ini, kita biayai dari sumbangan anggota Berkas Bersinar dan donatur-donatur lainnya. Intinya kita pikul bersama agar mereka tercukupi kebutuhanya," kata Purnomo.

Nantinya, lanjut Purnomo, rumah pintar yang memiliki ukuran 9x5 meter itu bisa menampung 25 anak yatim piatu. Namun untuk saat ini kendala yang dihadapi adalah belum jadinya kamar mandi bagi anak-anak ini karena masih dalam proses pembangunan.

"Insyaallah setelah pembangunan MCK selesai ada beberapa anak asuh kami akan tinggal menetap di rumah pintar yayasan berkas," jelasnya.

Apa yang dilakukan Purnomo yang menggandeng warga dan mendirikan yayasan serta rumah singgah ini memantik rasa salut dari Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung. Feby bersama Bupati Lamongan Fadeli pun datang berkunjung meresmikan rumah pintar insan madani ini.

"Pendirian rumah singgah yang digagas seorang anggota polisi dan warga ini diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi anggota polisi lainnya dan atau masyarakat lainya untuk berbagi, karena hal ini merupakan embrio untuk memupuk kebersamaan dan saling tolong menolong terhadap sesama," kata Feby.

Menyitir pesan Almarhum KH Maimun Zubair, Feby mengatakan jika engkau melihat seekor semut terjebur di air, maka angkat dan tolonglah, barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat.

"Intinya sekecil apapun kita melakukan kebaikan, diharapkan bisa menjadi amalan yang baik dan mendapat pembalasan di akhirat kelak," ungkap Feby.

Di sisi lain, Bupati Lamongan Fadeli mengapreasisi apa yang dilakukan oleh Purnomo dan tim Berkasnya. Menurut Fadeli, polisi yang bertugas mengamankan wilayah dari kejahatan terketuk ingin membantu antar sesama. Terlebih, kata Fadeli, yayasan yang dibidani polisi ini sudah memulangkan 9 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ke rumah mereka masing-masing.

"Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen ingin terbebas dari ODGJ yang dipasung. Dan yayasan ini sudah berhasil memulangkan 9 ODGJ ke rumah mereka, ini sangat luar biasa, semoga bisa ditiru oleh polisi lainnya di Lamongan," harap Fadeli. (iwd/iwd)