Sehari, Gubernur Khofifah Launching Empat Aplikasi e-Commerce

Sehari, Gubernur Khofifah Launching Empat Aplikasi e-Commerce

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 08 Agu 2019 10:30 WIB
Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom
Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom
Surabaya, - Gubernur Khofifah Indar Parawansa melakukan launching empat aplikasi e-commerce buatan Pemprov Jatim. Aplikasi ini untuk menunjang program-program di Nawa Bhakti Satya.

Empat e-commerce tersebut adalah Sijawara atau aplikasi Sistem Informasi Pembelajaran dan Peningkatan Wawasan Perkoperasian. Aplikasi berbasis Android ini merupakan media pembelajaran koperasi dan UKM.

Kedua, ada aplikasi One Pesantren One Product (OPOP). Aplikasi ini sebagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren, dan masyarakat sekitar pesantren.

Ada pula aplikasi JATIM ISO, yang merupakan wadah pelaku UMKM untuk bertransformasi menjadi produk e-commerce. Nantinya akan ada berbagai pelatihan pengemasan dan pemasaran.

Terakhir, ada aplikasi bertajuk TOMIKO atau Toko Online Milik Koperasi. Aplikasi berbasis Android ini sebagai marketplace yang mempertemukan produk antarkoperasi yang dikelola Pemprov oleh Koperasi Sekunder.


Keempat aplikasi ini merupakan buatan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim. Khofifah mengatakan peluncuran aplikasi ini menjadi bukti bahwa Jatim bisa mewadahi UMKM untuk melebarkan sayap.

"Ini semangat sekali. Jatim ISO menunjukkan bahwa kita itu sebetulnya bisa dan mampu. Aplikasi Jatim ISO ini sangat simple," ujar Khofifah dalam rilis yang diterima detikcom di Surabaya, Kamis (8/8/2019).

Menurut Khofifah, pengembangan koperasi dan UKM tak lepas dari kolaborasi banyak pihak. Kolaborasi yang kuat ini bisa membangun akses dari UKM, IKM, dan koperasi di Jatim.

Terlebih, di era digitalisasi ekonomi, banyak sekali perdagangan yang dilakukan secara online. Khofifah menyebut pelaku koperasi, UKM, dan IKM harus banyak mendapatkan pendampingan dan kolaborasi agar bisa meraih pasar tersebut.

"Yang sudah advance mendampingi yang belum. Kampus mendampingi human capital-nya, perbankan melakukan support permodalannya. Akses pasarnya oleh para pelaku perusahaan e-commerce," lanjutnya.


Selain itu, aplikasi One Pesantren One Product (OPOP) merupakan aplikasi unggulan. Aplikasi ini diharapkan bisa meningkatkan kemandirian para santri selepas dari pesantren.

"Ini sebetulnya sudah cukup lama disiapkan. Saya dan Wagub Emil sebetulnya sudah sering menyampaikan harapan mewujudkan One Pesantren One Product. Kemudian dibantu proses ekosistemnya disiapkan oleh Unusa. Finalisasinya cukup banyak dibantu oleh ITS," imbuh Khofifah.

Dalam kegiatan ini, ada pula pameran lebih dari 250 stan koperasi dan UKM serta Festival Kopi Jatim 2019, yang menampilkan perkembangan industri kopi Jatim, hingga membatik khas Kabupaten Lamongan pada kain sepanjang 72 meter sebagai city of charm.

Tak hanya itu, Khofifah juga melakukan penandatanganan MoU dengan perusahaan e-commerce seperti PT Shopee Internasional Indonesia, PT Dompet Anak Bangsa (Go Pay), PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek), PT Tokopedia, dan PT Global Digital Niaga (Blibli).

Di kesempatan yang sama, Khofifah juga melepas ekspor biji kakao dari Koperasi Serba Usaha Guyub Santoso, Blitar, sebanyak 15 ton ke Malaysia. Ada pula ekspor kopi robusta sebanyak 400 kg ke Osaka Jepang. (hil/fat)