detikNews
Kamis 08 Agustus 2019, 11:00 WIB

Cerita soal Karomah dan Kewalian Mbah Moen dari Madiun

Sugeng Harianto - detikNews
Cerita soal Karomah dan Kewalian Mbah Moen dari Madiun Foto: Sugeng Harianto
FOKUS BERITA: Mbah Moen Wafat
Madiun - Ulama dan ratusan polisi Kota Madiun menggelar salat gaib untuk KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, yang wafat di Mekah, Selasa (6/8). Mbah Moen dipercaya memiliki karomah dan tingkat kewalian yang luar biasa.

Salat gaib yang digelar di Masjid Al-Mukhlisin, Jalan Pahlawan, Kota Madiun, diikuti lebih dari 300 polisi. Ulama dan Polri mengungkapkan kesan mendalam tentang sosok Mbah Moen.

"Kita gelar salat gaib untuk Mbah Moen supaya kita lebih tahu. Kita bangga terhadap ulama kita yang ternyata, masyaallah, ulama kita bukan ulama-ulamaan. Luar biasa karena tingkat kewaliannya," kata Ketua PCNU Kota Madiun KH Agus Mushoffa Izzuddin kepada wartawan seusai salat gaib, Kamis (8/8/2019).

Tokoh seperti Mbah Moen, kata Mushoffa, merupakan seorang ulama yang memiliki karomah dan karisma luar biasa hingga internasional. Menurutnya, Mbah Moen memiliki tingkat kewalian yang luar biasa.

"Ulama kita, sosok Mbah Moen, memiliki karomah di tingkat internasional. Luar biasa karena tingkat kewaliannya itu. Ketika beliau bercerita tentang pengin wafat hari Selasa dan terus pengin nanti mati di Mekah, semua dikabulkan. Karomah-nya lagi, waktu beliau meninggal, pagi hari langsung hujan dan di Mekah saat itu cuaca satu hari penuh matahari redup," imbuhnya.


Dengan mengenakan seragam dinas, para polisi tampak khusyuk melaksanakan salat gaib untuk Mbah Moen. Mereka kemudian berdoa dan mendengarkan ceramah dari ulama.

"Kami melaksanakan kegiatan salat gaib yang dipimpin oleh ketua PCNU Kota Madiun Gus Soffa, yang telah terlaksana dengan baik. Jumlah personel lebih-kurang 300 mengikuti acara tersebut," kata Kapolresta Madiun AKBP Nasrun Pasaribu.

Menurut Nasrun, salat gaib digelar karena Mbah Moen merupakan ulama besar yang luar biasa. "Kegiatan ini adalah untuk memberikan doa kepada ulama besar yang luar biasa, yang diakui oleh dunia, sehingga kita turut mendoakan semoga beliau khusnul khotimah di Mekah sana," tambahnya.

Seperti pantauan detikcom di lokasi, dalam ceramahnya, Gus Shoffa menyebutkan meninggalnya seorang alim ulama seperti Mbah Moen merupakan bencana bagi alam. Di Mekah yang sekarang musim panas atau kemarau tiba-tiba turun hujan saat Mbah Moen meninggal.

"Saat beliau meninggal, hujan saat musim kemarau. Hal tersebut menunjukkan bahwa beliau sangat dekat dengan Allah SWT," pungkasnya.



Al Ma'la, Pemakaman Tertua Tempat Peristirahatan Terakhir Mbah Moen:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/fat)
FOKUS BERITA: Mbah Moen Wafat
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com