detikNews
Senin 05 Agustus 2019, 10:00 WIB

Penderita Epilepsi di Jember Tewas Terserempet KA Logawa

Yakub Mulyono - detikNews
Penderita Epilepsi di Jember Tewas Terserempet KA Logawa Korban yang terserempet kereta/Foto: Istimewa
Jember - Seorang pria di Jember tewas setelah terserempet kereta api (KA) Logawa Jurusan Surabaya-Jember. Korban diduga mengidap epilepsi atau penyakit ayan.

Korban kecelakaan tersebut bernama Anang (30). Ia merupakan warga Dusun Manggisan, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi.

Mayatnya ditemukan tergeletak di pinggir rel kereta api. Tepatnya belakang SPBU Mangli, Kecamatan Sukorambi. Korban mengalami luka di kepala.

"Kejadiannya kemarin sekitar pukul 18.30 WIB, terserempet kereta Logawa Jurusan Surabaya-Jember. Infonya dari masinis keretanya," kata Ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Mangli Dedi Mulyadi, Senin (5/8/2019).


"Kita datangi benar ada pemuda berbaju kaus biru bercelana kuning terkapar di samping rel kereta. Korban masih hidup, tapi banyak darah di bagian wajahnya," sambungnya.

Bersama Babinkamtibmas, Dedi kemudian berinisiatif memanggil ambulans milik kelurahan Mangli untuk membawa korban ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan.

"Setelah ambulans datang, korban kita bawa ke RSUD Soebandi. Sesampai di sana langsung dimasukkan ke ruang ICU, karena kondisinya kritis," imbuhnya.

Setelah mendapat perawatan kurang lebih 2 jam, korban menghembuskan napas terakhir. "Mungkin karena luka di kepalanya yang parah itu," terang Dedi.


Dia juga mengaku, awalnya identitas korban tidak diketahui karena tidak ditemukan kartu identitas di bajunya. Namun kemudian salah seorang warga lainnya mengenali korban.

"Nama korban Anang, umur kurang lebih 30 tahunan, warga Dusun Manggisan, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi. Warga mengenal korban memang agak kurang normal pikirannya," lanjutnya.

Menurut Dedi, korban sering berkeliaran di Pasar Mangli tak jauh dari lokasi ditemukan. "Sering kelihatan berkeliaran mengemis di daerah Pasar Mangli. Bapaknya ini pedagang buah namanya Pak Samin," katanya.

"Memang sejak kecil sudah seperti itu kadang sakit ayannya sering kambuh. Barusan dapat informasi bahwa korban akhirnya meninggal mas," pungakasnya.
(sun/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com