Pedagang Hewan Kurban di Banyuwangi Bisa Jualan, Asal...

Pedagang Hewan Kurban di Banyuwangi Bisa Jualan, Asal...

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 03 Agu 2019 16:44 WIB
Pedagang Hewan Kurban di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Pedagang Hewan Kurban di Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian Banyuwangi memberikan surat Legitimasi terhadap para pedagang hewan kurban. Legitimasi ini diberikan kepada pedagang hewan kurban jika hewan yang dijual dinyatakan sehat oleh tim medis.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan mengatakan, petugas medis dan paramedis dari pihaknya terus melakukan pemeriksaan awal terhadap kesehatan hewan kurban yang dijual para pedagang. Sebab saat ini pedagang hewan kurban kini mulai menjamur di wilayah Banyuwangi.

"Setelah hewan hewannya dinyatakan aman untuk dijual, maka kami akan pasang banner untuk memperkuat legalisasi usaha mereka," ujar Arief kepada detikcom, Sabtu (3/8/2019).

Selain itu menurut Arief, pemeriksaan ini juga melibatkan tim medis dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di masing-masing kecamatan.

Bahkan, pemerintah daerah juga telah melayangkan surat ke masing-masing desa dan kecamatan agar hewan kurban yang di jual para pedagang harus sesuai peraturan yang ada. Seperti kondisi hewan harus Asuh yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal serta umurnya memenuhi syarat sesuai syariah.


"Di Banyuwangi ada 6 Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang tersebar di sejumlah kecamatan. Masyarakat bisa memanfaatkan RPH terdekat untuk pemotongan hewan kurban, agar prosesnya sesuai dengan yang disyaratkan," papar Arief.

Sementara saat ini populasi hewan sapi dan kambing di Banyuwangi dinilai mencukupi untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha mendatang.

Kepala Bidang Budidaya dan Kelembagaan Ternak Dinas Pertanian Banyuwangi, Nanang Sugiharto menambahkan, populasi sapi saat ini mencapai 119 ribu ekor dan kambing sebanyak 256 ribu ekor.

"Untuk kebutuhan masyarakat Banyuwangi per harinya 4,3 ton daging sapi atau setara 36 hingga 40 ekor sapi. Sedangkan daging kambing sebanyak 2,3 ton atau setara 50 hingga 100 ekor," ujar Nanang.

Dia mengaku, populasi sapi terbanyak ada di wilayah Kecamatan Wongsorejo yang mencapai 23 ribu ekor dan di Kecamatan Kalipuro sebanyak 19 ribu ekor.

"Populasi kambing terbanyak di Kecamatan Kalipuro yang saat ini mencapai 23 ribu ekor. Juga di Kecamatan Kalibaru, tapi terbanyak adalah domba," pungkas Nanang.




Tonton Video Pak Anies, Ada Camat Minta Jatah Sapi ke Pedagang Kurban! (fat/fat)