Kisah Perjuangan Nana, YouTuber Surabaya Melawan Kanker Getah Bening

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 02 Agu 2019 11:09 WIB
Nana, youtuber Surabaya penderita kanker getah bening/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Dunia maya dibuat terenyuh oleh video di YouTube milik Nadya Valerie, pengidap kanker kelenjar getah bening. Dalam beberapa video, Nana, sapaan akrabnya menceritakan kisahnya melawan kanker.

Salah satu video yang cukup viral yakni saat warga Surabaya ini memutuskan untuk memangkas habis rambutnya, yang rontok imbas dari kemoterapi. Video remaja berusia 23 tahun ini ditonton lebih dari 6,6 juta warganet.

Detikcom pun berkesempatan mengunjungi Nana di kediamannya. Saat pertama kali bertemu, raut wajah Nana terlihat segar, berkali-kali dia terlihat melempar senyuman. Nana memang terkenal sebagai pribadi yang ceria.

Lalu, Nana menceritakan sedikit kisahnya. Masih dengan senyuman di wajah, Nana mengaku telah menjalani tiga kali kemoterapi. Awalnya, dia merasa cukup takut. Ketakutannya bukan cuma sakit yang dirasakan, namun karena takut tak bisa menjadi dirinya sendiri.


"Paling takut kemo itu membuat kita merasa tidak menjadi dirinya sendiri. Ternyata waktu sudah dijalani, ndak seburuk yang orang-orang katakan. Memang efek sampingnya bikin mood swing, bener ada masa-masa yang bisa down. Tapi ternyata kita pikirannya positif terus, bisa dilewati," ujar Nana membuka kisahnya di kediamannya di Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Tak hanya itu, alih-alih kondisinya terlihat lemah karena sakit kanker, Nana justru terlihat sehat dan segar. Lalu, apa rahasianya?

Nana mengatakan usai kemoterapi, biasanya 10 hari setelahnya akan terasa lemas. Namun setelah itu, Nana pun bangkit untuk kembali menjadi dirinya sendiri.

"Kalau kemoterapi itu, prosesnya sampai 10 hari ke depan itu lemes banget. Mulai hari ke 11 itu sudah kayak gini sehat lagi. Itu kebawa dari mindset, harusnya sudah hilang. Setiap aku lagi masa setelah kemonya, aku juga nangis dan down," ungkap mahasiswa S2 Universitas Airlangga ini.


Dari tiga kali kemoterapi yang dijalani, Nana mengaku siklusnya selalu sama. Yakni 10 hari setelah kemo, dia merasa cukup lemas hingga mood menjadi buruk. Namun usai itu, Nana menyebut dia tak ingin terbelenggu, dan ingin melakukan apapun yang ingin dia lakukan.

"Dari 3 kali kemo itu sama, mesti 10 hari. Kanker surviving itu 10 hari. Orang sakit cenderung malu, aku kalau apa yang kulakukan itu aku lakukan," imbuhnya.

Sementara saat ditanya terkait keputusannya membotakkan rambutnya, Nana bercerita jika kemoterapi memang berpengaruh pada rontoknya rambut. Dia mengaku rambut yang rontok cukup berpengaruh pada mentalnya. Nana pun memutuskan untuk memangkas habis rambutnya.

"Soalnya emang rontoknya yang ndak bisa ditoleransi. Kalau kita ndak cukur bakal habis sendiri karena orang rumah capek nyapu, aku duduk aja sudah penuh rontoknya. Itu juga ngaruh ke mental. Begitu dia cukur dihabiskan lebih enak, lebih plong," pungkasnya sembari tersenyum. (hil/fat)