Surabaya akan Bangun Subway Setelah Trem Ditolak

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 01 Agu 2019 20:39 WIB
Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana/Foto: Istimewa
Surabaya - Pemkot Surabaya berencana membangun moda transportasi subway. Perencanaan itu dilakukan setelah usulan transportasi trem ditolak pemerintah pusat.

"Masalah transportasi massal itu subway salah satunya. Begitu trem itu ditolak pusat itu kita harus berpikir kalau Jakarta bicara MRT itu sangat terlambat, Surabaya nggak mau lah terlambat seperti Jakarta," kata Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana kepada wartawan di gedung DPRD Surabaya, Kamis (1/8/2019).

Menurut Whisnu, subway merupakan transportasi yang tidak satu level dengan jalan raya. Untuk itu pihaknya juga akan memberdayakan angkot sebagai angkutan feeder yang akan menjemput gratis penumpang dari kampung-kampung.


"Transportasi massal itu tidak satu level dengan jalan raya. Itu yang paling penting sehingga nanti angkot-angkot kita ubah rutenya. Kita ubah menjadi feeder yang nanti menjemput warga-warga dari kampung-kampung itu menuju ke daerah-daerah yang dilewati oleh subway," terang Whisnu.

"Dan itu bisa kita gratiskan, itu sudah ada hitungannya. Sehingga warga nanti punya pilihan, mau naik motor atau cukup berdiri di depan rumah dan dijemput transportasi gratis sampai ke subway," ujar politisi PDIP itu.

Saat ditanya mengenai action plan-nya, Whisnu mengungkapkan saat ini Pemkot Surabaya tengah membuatnya. Ia kemudian menjanjikan jika action plan sudah rampung, pihaknya akan mengumumkannya.


"Action plan-nya ini baru kita buat. Iya nanti visualisasinya akan kita sampaikan," terang pria yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Jatim itu.

Menurut Whisnu, kemungkinan jalur yang akan dilalui subway yakni mulai dari koridor utara-selatan sampai barat-timur Surabaya. Sedangkan untuk pembiayaannya, ia menjelaskan pemkot akan menggandeng swasta.

"Kemungkinan ada di koridor utara-selatan, timur barat. Iya seperti Jakarta kita akan gandeng swasta juga. Kan itu sangat mungkin. Surabaya kan kota yang sangat besar juga setelah Jakarta. Dan itu sangat memungkinkan investasi yang masuk nanti," pungkasnya. (sun/bdh)