Harga Kian Mahal, Ini Siasat Pedagang Agar Cabai Tetap Laku

Muhajir Arifin - detikNews
Kamis, 01 Agu 2019 15:29 WIB
Cabai rawit merah yang dioplos cabai hijau/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Pedagang di tingkat pengecer harus memutar otak agar tetap bisa menjual cabai rawit merah yang stoknya menipis dan harganya mahal. Mereka mengoplos cabai rawit merah dan yang hijau.

"Harganya mahal, barangnya juga langka. Terpaksa saya jual seadanya. Cabai merah dioplos dengan cabai hijau," kata penjual sayur di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Suni, Kamis (1/8/2019).


Selain mengoplos dua jenis cabai rawit tersebut, Suni juga mengaku menjual cabai satuan. "Kalau orang beli Rp 2 ribu, saya kasih sepuluh biji. Kalau beli Rp 4 ribu saya kasih 20 biji," terangnya.

Wati, seorang ibu rumah tangga yang membeli cabai di toko kelontong milik Suni membenarkan hal itu. Ia hanya mendapatkan 20 buah cabai rawit oplosan merah-hijau dengan harga Rp 4 ribu.


"Saya beli Rp 4 ribu dapat 20 biji. Biasanya merah semua, tapi hari ini oplosan," ujarnya.

Seperti pantauan detikcom di dua pasar tradisional Kota Pasuruan, harga cabai rawit merah memang tengah melambung tinggi. Di Pasar Kebonagung, harga cabai mencapai Rp 78 ribu per kg. Sedangkan di Pasar Besar tembus Rp 80 ribu per kg.


Harga Melambung, Konsumen Pilih Beli Cabai Tanpa Biji:

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)