Pasutri Asal Situbondo Ditangkap karena Mencuri di Konter HP

Pasutri Asal Situbondo Ditangkap karena Mencuri di Konter HP

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 30 Jul 2019 17:50 WIB
Foto: Ardian Fanani
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Nasib sial menimpa pasutri asal Situbondo. Supriyatman (29) dan Holifatul Jannah (26), pasutri asal Desa Sumbersewu Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo harus meringkuk di Polres Banyuwangi.

Pasalnya, pasutri ini terbukti melakukan tindak pidana pencurian di konter handphone Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo. Sedikitnya handphone Asus Zenfone, Nokia, tablet Advance, cincin dan gelang emas, uang tunai Rp 150 ribu. Tak hanya itu kedua pelaku juga membawa kabur buku nikah milik korban.

Terungkapnya kasus pencurian ini berawal dari laporan korban bernama Abu Yazin pada 16 Februari lalu. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi berhasil melacak keberadaan salah satu HP yang dicuri oleh pelaku.

"Kita berhasil melacak salah satu handphone yang dicuri pelaku berada di tangan tersangka HJ. Mulanya HJ mengelak asal muasal handphone tersebut. Namun akhirnya dia mengakui Hp tersebut merupakan hasil curian suaminya," ujar Wakapolres Banyuwangi, Kompol Andi Yudha Pranata kepada wartawan, Selasa (30/7/2019).

Seketika itu juga, kata wakapolres, polisi langsung menangkap SPR dan menggelandangnya ke Mapolres Banyuwangi.


Berdasarkan keterangan tersangka Supriyatman, aksi pencurian itu dilakukan bersama rekan tersangka berinisial BY (DPO) yang berperan sebagai eksekutor. Kedua pelaku berhasil masuk ke konter korban dengan cara melubangi dinding rumah belakang korban.

"Jadi tersangka SPR ini berperan mengantar dan menunggu di luar rumah sembari mengawasi situasi sekitar. Sementara BY yang saat ini sudah masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) berperan melubangi dan masuk ke dalam rumah korban dan menggasak sejumlah barang korban," ujarnya.

Hasil barang curian tersebut kemudian dibagi dua oleh pelaku. Bagian Supriyatman sebagian dijual, dan satu unit HP merek Azus diberikan kepada isterinya yang berperan sebagai penadah. "Sebagian barang hasil curian dibawa oleh BY," sebut Andi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Supriyatman dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. "Sedangkan isterinya HJ sebagai penadah, statusnya telah tahap 2," pungkasnya. (fat/fat)