Dinsos Tampung Belasan Gadis Asal Bandung yang Diamankan di Eks Lokalisasi

Ghazali Dasuqi - detikNews
Minggu, 28 Jul 2019 18:01 WIB
Kepala Dinas Sosial Situbondo Lutfi Joko Prihatin (Foto: Ghazali Dasuqi)
Situbondo - Kasus belasan gadis belia asal Bandung yang ditemukan di eks lokalisasi Gunung Sampan telah dinaikkan ke penyidikan. Status belasan gadis tersebut juga ikut ditetapkan.

Polisi menjadikan mereka sebagai saksi korban. Keterangan mereka akan dibutuhkan dalam penanganan kasus dugaan trafficking atau perdagangan orang tersebut.

Karena itu, mereka dipastikan berada di Situbondo selama proses hukum kasus dugaan trafficking ini berlangsung. Sebab, untuk dipulangkan ke Bandung dinilai tidak mungkin, karena jarak terlampau jauh. Lantas, dimana mereka akan tinggal?


"Nanti atas nama Kapolres Situbondo, kami akan berkirim surat ke Dinas Sosial Situbondo untuk membantu menyediakan safe house buat mereka. Soal keamanan, kami dari Polres Situbondo bisa menjamin," tegas Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Masykur kepada detikcom di ruangannya, Minggu (28/7/2019).

Kepala Dinas Sosial Situbondo Lutfi Joko Prihatin mengaku sudah mendengar adanya belasan gadis asal Bandung yang diamankan polisi dari eks lokalisasi. Bahkan, Lutfi langsung mendatangi Polres Situbondo untuk berkoordinasi. Hasilnya, dia menyatakan siap menyediakan tempat tinggal sementara untuk para korban.

Menurut Lutfi, pihaknya akan menyediakan safe house bagi para korban di Wisma Rengganis II yang berlokasi di sekitar Gedung Serba Guna Baluran, di Jalan PB Soedirman Situbondo. Di tempat ini, para korban dipastikan aman dari beragam intervensi pihak luar yang berpotensi mengganggu jalannya proses penyidikan. Mengingat status para korban adalah saksi.


"Lebih aman lagi, kami nanti juga akan berkoordinasi dan meminta personel kepolisian untuk ikut melakukan penjagaan," kata Lutfi ditemui di Mapolres Situbondo.

Tak hanya itu, Lutfi mengatakan pihaknya juga akan menyediakan tenaga psikiater untuk pemulihan kondisi psikologis para korban. Karena dia memastikan, para korban terjebak dalam kehidupan yang tidak beruntung itu karena sebuah persoalan. Nah, persoalan itulah yang mesti dibantu untuk dipecahkan.

"Ini kaitannya dengan kondisi kejiwaan para korban. Makanya, kami akan menyiapkan tenaga psikolog untuk membantu para korban. Kasihan, mereka masih muda-muda, masa depannya masih panjang. Mudah-mudahan upaya ini bisa membantu menyadarkan mereka," papar Lutfi. (iwd/iwd)