Mahasiswa Baru Lulus Kuliah Sumbang Ribuan Pengangguran di Kota Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Sabtu, 27 Jul 2019 14:14 WIB
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Lulusan sarjana menyumbang angka pengangguran terbuka di Kota Malang. Mereka adalah mahasiswa yang sudah lulus kuliah, namun memilih untuk menetap di Kota Malang. Saat ini tercatat, sebanyak 7 ribu orang belum memiliki pekerjaan di Kota Malang.

Data Dinas Tenaga Kerja, angka pengangguran terbuka di Kota Malang turun dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu mencapai 7,2 persen, sekarang (2019) turun menjadi 6,9 persen atau sekitar 7 ribu orang.

"Angka pengangguran terbuka tahun ini terbilang menurun dibandingkan tahun lalu. Yakni 6,9 persen atau sekitar 7 ribu orang. Jika tahun lalu mencapai 7,2 persen," terang Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Malang Supranoto kepada detikcom, Sabtu (27/7/2019).

Dikatakan Supranoto, dari jumlah itu, Para mahasiswa yang sudah menyelesaikan bangku kuliah, banyak memilih tetap tinggal di Malang. Hal itu, turut menjadi faktor tingginya angka pengangguran di Kota Malang.


"Mahasiswa yang sudah menyelesaikan studi, banyak enggan pulang kampung, dan memilih menetap di Kota Malang. Hal itu menjadi faktor penyumbang ribuan angka pengangguran terbuka di Kota Malang," ujar Supranoto.

Menurut dia, banyak dari para lulusan sarjana itu, memilih tinggal di Kota Malang, karena untuk mencari pekerjaan. "Setelah sarjana, mereka lebih memilih tinggal di Malang untuk mencari kerja di sini," tuturnya.

Selain para mahasiswa itu, lanjut dia, lulusan SMK juga menjadi bagian dari pengangguran yang belum mendapatkan pekerjaan di Kota Malang. "Selain mahasiswa, lulusan SMK juga menduduki rangking teratas angka pengangguran di Kota Malang," tegasnya.

Dia mengaku, beberapa langkah dilakukan untuk terus mengurangi angka pengangguran di Kota Malang. Diantaranya, membuka job fair yang menyediakan lowongan pekerjaan bagi 2750 orang.

"Job fair yang kami adakan, banyak mendapatkan respon. Data pengunjung sampai 4150 orang. Padahal, peluang pekerjaan yang bisa disediakan hanya untuk 2750 orang saja," beber Supranoto.


Disnaker Kota Malang terus menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan. Agar nantinya dapat menginformasikan adanya lowongan kerja yang dibutuhkan.

"Kita juga terus melakukan langkah untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK. Agar ketika lulus, bisa langsung memperoleh pekerjaan atau membuka lapangan usaha. Selain rutin menginformasikan adanya peluang kerja melalui job fair salah satunya," ujarnya.

Sementara turunnya angka pengangguran terbuka di Kota Malang, kata Supranoto, bisa dilihat dari permohonan kartu kuning yang biasanya menjadi syarat untuk mencari pekerjaan.

Simak Video "Sri Mulyani Pamer Pengangguran RI Turun di Februari 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)