Sebanyak 2.750 tumbler dibagikan kepada semua yang hadir. Tumbler itu dari masyarakat dunia usaha yang mendukung program Pemkab Blitar dalam meminimalisir penggunaan plastik dalam setiap kegiatannya.
Acara ini digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Blitar. Bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kanigoro, ribuan elemen masyarakat diajak berkomitmen mengurangi pemakaian plastik. Baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun saat kegiatan perkantoran.
"Dalam moment ini Bupati Blitar juga mencanangkan tiga kebijakan daerah sebagai bentuk komitmen kami mengurangi pemakaian plastik ini," kata Kepala DLH Pemkab Blitar, Krisna Triatmanto kepada detikcom di lokasi, Jumat (26/7/2019).
Tiga kebijakan itu, pertama, Kebijakan Pemerintah Daerah (Jaktrada) terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya. Isinya, penanganan dan pengurangan sampah yang dilaksanakan masyarakat.
Kedua, kebijakan ini sudah ditindaklanjuti dengan surat edaran kepada pasar tradisional, rumah makan dan pasar modern untuk pembatasan kantong kresek, sedotan dan peralatan makam minum dari plastik.
"Juga ada instruksi Bupati kepada seluruh aparatur pemerintah sampai desa untuk mengurangi timbunan sampah plastik dari kegiatan rapat atau pertemuan. Kegiatan rapat sekarang sudah banyak yang pakai gelas atau besek (anyaman bambu) sebagai tempat makan," bebernya.
Ketiga, lanjut Krisna, Bupati Blitar juga telah mengeluarkan surat perintah untuk mengelola sampah. Mulai dari memilah sampah dan menjadi anggota bank sampah.
Diharapkan, dengan surat perintah kepada masyarakat ini, sampah bisa terkelola sehingga residu yang dihasilkan sedikit. Dan residu inilah yang akan diproses di bank sampah.
"Kami canangkan, di tahun 2019 ini ada satu desa satu bank sampah," pungkasnya.
Dalam acara ini, Pemkab Blitar juga memberikan penghargaan kepada kantor OPD dan desa yang sudah menjalankan program pengurangan plastik ini. (fat/fat)











































