Ini Upaya KLHK Tangani Masalah Minyak Tumpah di Pesisir Karawang

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Kamis, 25 Jul 2019 15:15 WIB
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, M.R. Karliansyah/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Insiden minyak tumpah di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat mendapat perhatian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pihak KLHK menargetkan penanganan masalah itu rampung di akhir Agustus 2019.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, M.R. Karliansyah mengatakan, pihaknya telah meminta Pertamina melakukan langkah cepat menutup kebocoran pipa di blok Offshore North West Jawa (ONWJ) .

"Kita minta Pertamina pertama tadi bagaimana caranya itu secepatnya bisa ditutup. Yang kedua bisa dikendalikan. Makanya masalah itu kita minta kebetulan ada kerja sama, sampai di pantai (minyaknya) langsung diangkut," kata Karliansyah saat ditemui di Surabaya, Kamis (25/7/2019).

Tak hanya itu, Karliansyah juga menyampaikan kebocoran yang terjadi di dalam laut mengakibatkan gas keluar. Pihaknya pun berfokus menutup kebocoran itu agar tak merembet.


"Kalau untuk menanggulangi, mereka (Pertamina) sudah meminta bantuan perusahaan juga tetapi kan untuk menyumbat di semen itu rencananya dengan gripwell agak miring gitu ya. Nah ini kan butuh waktu pengangkutan dengan gripwell, kemudian memasang alatnya. Jadi waktu diskusi kemarin mereka menyampaikan ada kemungkinan paling lambat taksirannya paling jelek itu akhir Agustus bisa tuntas penekanannya," papar Karliansyah.

Tak hanya itu, Karliansyah mengatakan pihaknya menerima laporan jika ada delapan desa yang sudah tercemar tumpahan minyak. Namun, masyarakat melakukan aksi cepat dengan membersihkan minyak-minyak tersebut untuk diangkut.

"Kemarin saya menerima laporan sudah ada dua desa di Kabupaten Bekasi dan enam desa di Kabupaten Karawang yang sudah tercemar oleh minyak. Untungnya teman-teman cepat bekerja sama dengan masyarakat setempat, sampai di pantai langsung dikeruk, diambil dan dimasukkan ke dalam karung-karung untuk dibawa ke truk," lanjutnya.

Saat ditanya upaya apa yang telah dilakukan KLHK, Karliansyah menambahkan pihaknya telah survei ke lapangan. Kini, telah dilakukan upaya penyedotan minyak dengan teknik well boom, untuk kemudian diangkut ke wilayah lain.


"Mereka sudah melaporkan pada hari keempat kepada kami. Kemudian pada hari Sabtu pagi pukul 7 kami sudah ke lapangan bersama. Karena memang suasananya belum bisa diatasi dalam artian semburan tetap berjalan, gas dan yang lainnya muncul, kita tidak bisa terlalu dekat," ungkap Karliansyah.

"Waktu yang hari Sabtu kan anginnya tidak terlalu, ini ombaknya juga tidak terlalu. Masih kelihatan. Itu masih bisa dikendalikan oleh namanya well boom jadi dikurung, disedot, bawa kapal, diantar," pungkasnya.

Insiden kebocoran minyak tersebut terjadi sejak 12 Juli lalu. Berdasarkan hasil pendataan, tumpahan minyak mentah mengotori sejumlah pantai di Karawang hingga Muara Gembong, Bekasi. Beberapa pantai di Karawang yang ditutup yakni Pantai Tanjung Pakis, Sedari, Pisangan, Samudera Baru, Pantai Pelangi.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menilai, insiden minyak tumpah termasuk kategori bencana. Bupati mempertimbangkan untuk menetapkan status siaga bencana di sejumlah pesisir yang terdampak. (sun/bdh)