detikNews
Senin 22 Juli 2019, 16:16 WIB

SMAN 14 Surabaya akan Panggil Siswa Penyebar Foto Spanduk 'Prestasi: No'

Amir Baihaqi - detikNews
SMAN 14 Surabaya akan Panggil Siswa Penyebar Foto Spanduk Prestasi: No Spanduk SMAN 14 Surabaya sebelum dan sesudah diganti (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Pihak SMPN 14 berencana memanggil siswa yang memotret dan menyebarkan foto spanduk 'Prestasi: No'. Namun, saat akan dipanggil untuk dimintai keterangan, siswa tersebut tidak masuk hari ini.

"Yang motret siswa, siswa kita. Ya memang siswa kan ono sing 'luar biasa'. Itu hal biasa di setiap sekolah ada. Saya ini sudah sekian puluh tahun mengajar di mana-mana jadi ya sudah paham. Kebetulan saja saat ini kok seperti ini," kata Kepala SMAN 14 Muntiah kepada detikcom, Senin (22/7/2019).

"Anak pun akan kita panggil hari Senin ini. Tapi dia tidak masuk. Nanti kita akan pendekatan dengan si anak dengan cara kasih sayang. Karena memang kita di sekolah ini dengan cara-cara yang kasih sayang," tambahnya.


Muntiani menuturkan, peristiwa pemasangan spanduk salah tulis 'Prestasi: No' itu berlangsung pada Jumat (19/7). Meskipun sudah diganti namun ternyata ada salah satu siswa yang tahu dan memotretnya.

"Hari Jumat pagi sebelum jumatan dipasang, ya itu tadi salah langsung diturunkan. Pukul 14.00 WIB langsung kita pasang lagi yang benar ini. Tapi namanya media sosial kalau sudah dimasukan byur tekan endi-endi," terangnya.

Untuk itu, lanjut Muntiani, saat upacara hari Senin, ia berpesan kepada seluruh siswa agar menyaring segala sesuatu sebelum membagikan ke media sosial. Sebab jika tidak akan berpotensi terkana permasalahan hukum.

"Ini tadi apel pagi hari Senin kita sampaikan apa yang disampaikan bu gubernur 3S (saring sebelum sharing). Saring dulu sebelum di-share. Itu juga saya pesankan ke anak-anak dan saya ingatkan mereka kembali,"


"Jangan dishare tanpa disaring. Itu kena Undang-Undang IT nanti. Nah kalau itu kena orang lain saya sebagai lembaga ya jelas merasa dilecehkan wong namanya lembaga," lanjutnya.

Meski begitu, Muntiani mengaku tidak akan berencana memproses siswa penyebar foto spanduk ke ranah hukum. Karena siswa tersebut merupakan anak didiknya sendiri.

"Itu anak saya sendiri yang namanya anak senakal apapun mau diapakan sama orang tua. Paling ya dijewer dengan dengan kasih sayang. Nggak mungkin kan anak saya tak apain. Tapi kan namanya saya orang tua ya ngelindungi anak saya," pungkasnya.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed