detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 15:35 WIB

Penyebar Surat Palsu KPK Bebas, Polisi Kesulitan Ungkap Pemalsunya

Erliana Riady - detikNews
Penyebar Surat Palsu KPK Bebas, Polisi Kesulitan Ungkap Pemalsunya Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Sodik Effendi/Foto: Erliana Riady
Blitar - Aktivis anti korupsi yang ditahan atas kasus pencemaran nama baik Bupati Blitar telah selesai menjalani masa hukuman. Mohammad Trijanto dinyatakan bebas dari Lapas Kelas II B Blitar pada Rabu (10/7).

Trijanto sudah menjalani masa penahanan selama 6 bulan. Terhitung sejak 10 Januari hingga 10 Juli 2019. Ia dinyatakan terbukti mencemarkan nama baik Bupati Blitar Rijanto, karena posting surat panggilan pemeriksaan dari KPK yang ternyata palsu di media sosial.

Berdasarkan fakta persidangan, jeratan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana untuk dugaan penyebaran hoaks dan Pasal 28 Undang Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE sudah tereliminasi. Trijanto hanya dituntut dengan pasal pencemaran nama baik melalui media sosial.

Proses hukum terhadap Trijanto telah kelar. Lalu bagaimana proses penyelidikan polisi mengungkap pemalsu surat KPK itu?


"Kami sudah melakukan beberapa langkah pemeriksaan. Memeriksa beberapa saksi dan melihat rekaman CCTV. Namun kami mengalami beberapa kendala. Termasuk CCTV itu kabur, jadi pakai helm dan wajahnya kurang jelas. Masih kami upayakan hal itu," kata Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi pada detikcom di mapolres, Kamis (18/7/2019).

Upaya yang dilakukan penyidik Polres Blitar yakni dengan membawa rekaman CCTV tersebut ke labfor Polda Jatim. Namun menurut Sodik, hasil yang didapat tim laboratorium forensik tak jauh beda. Gambar kabur, sulit diidentifikasi. Hanya jenis kendaraan yang digunakan untuk mengirimkan surat palsu KPK itu saja yang diketahui.
 Moh Trijanto saat bebas dari Lapas Kelas II B Blitar, Rabu (10/7/2019) Moh Trijanto saat bebas dari Lapas Kelas II B Blitar, Rabu (10/7/2019) Foto: Erliana Riady
Dari beberapa titik lokasi CCTV, surat palsu KPK dikirimkan seorang lelaki menggunakan sepeda motor Yamaha N Max. Itu saja. Lainnya, seperti wajah pengirim tertutup helm dan nomor polisi kendaraan semuanya kabur.

Namun dari keterangan pihak-pihak yang menerima surat palsu KPK itu, penyidik sudah mulai kembali menggambar sketsa wajah pengirimnya.


"Terakhir ini, kami sudah menggambar sketsa wajah pengirim berdasarkan keterangan para saksi yang menerima surat itu langsung saat dikirimkan," imbuhnya.

Sampai saat ini, lanjut Sodik, sebanyak 26 saksi telah diminta keterangan. Namun belum ada satupun keterangan yang menjurus pada pengirim ataupun pemalsu surat panggilan KPK.

"Belum ada satupun keterangan yang menjurus ke pelaku. Belum ada titik terang. Tapi kami tetap optimis, pelakunya pasti terungkap," pungkasnya.

Mohammad Trijanto ditetapkan sebagai tersangka setelah mengunggah informasi adanya surat panggilan KPK untuk Bupati Blitar di akun Facebooknya. Trijanto dianggap melakukan penyebaran kabar hoaks dan melanggar UU ITE, setelah KPK menyatakan surat itu palsu. Atas keterangan itulah, Mohamad Trijanto dilaporkan Bupati Blitar melalui Kabag Hukum Pemkab Blitar ke polisi. Postinggan Trijanto dinilai mencemarkan nama baik Bupati Blitar.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com