detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 13:39 WIB

Semburan Lumpur Bikin SD di Sidoarjo Ini Tak Dapat Siswa Baru

Suparno - detikNews
Semburan Lumpur Bikin SD di Sidoarjo Ini Tak Dapat Siswa Baru SD Negeri Mindi I, Sidoarjo/Foto: Suparno
Sidoarjo - Bencana lumpur Sidoarjo yang sudah menyembur sejak 13 tahun lalu membuat banyak warga di Kecamatan Porong meninggalkan kampung halaman. Karena semakin banyak warga pindah, sebuah SD Negeri di kecamatan itu tidak mendapatkan siswa baru dalam PPDB 2019.

Sekolah Dasar yang dimaksud yakni SD Negeri Mindi I. Di tahun ajaran 2019-2020, sekolah tersebut tidak mendapatkan siswa baru. Sementara di tahun ajaran sebelumnya, hanya ada enam siswa yang mendaftar.

SD Negeri Mindi I berjarak sekitar 1,5 km dari titik semburan lumpur Sidoarjo. Sejak 2017, warga sekitar SD tersebut mulai meninggalkan Kelurahan Mindi karena direlokasi ke desa lain.

Dilihat dari segi bangunan, SD Negeri Mindi I tidak kalah bagus oleh sekolah-sekolah lain di Kecamatan Porong, Sidoarjo. Saat ini, siswa yang belajar di kelas II ada 6 siswa. Di kelas III ada 8 siswa, kelas IV 18 siswa, kelas V 16 siswa, dan kelas VI 20 siswa.


Kepala Sekolah SD Negeri Mindi I Sayyidatul Uyun membenarkan tidak mendapatkan siswa baru dalam PPDB 2019. Menurutnya itu karena di sekitar SD sudah tidak ada warga yang tinggal lantaran terdampak semburan lumpur.

"Kami sudah melakukan pendekatan ke sekolah Taman Kanak-Kanak (TK). Dan memberikan sosialisasi agar para wali murid menyekolahkan anaknya ke SD Negeri Mindi I," kata Sayyidatul kepada detikcom di SD Negeri Mindi I, Kamis (18/7/2019).

Sayyidatul menambahkan, total siswa kelas II hingga kelas VI hanya 68 siswa. Sedangkan guru pengajar jumlah 5 orang. Akibat tidak memiliki siswa kelas I, maka ada guru yang terpaksa pindah ke sekolah lain.

"Menurut pengakuan salah satu wali murid yang tidak mendaftarkan anaknya, beralasan karena jauh dan harus menyeberang Jalan Raya Porong Lama," tambah Sayyidatul.


Ia kemudian menceritakan kesan mengajar di sekolah yang tidak jauh dari semburan lumpur tersebut. Menurutnya, para guru dan murid kerap dilanda ketakutan di setiap musim hujan.

"Setelah di sekitar sekolahan ini tidak ada bangunan lain, kami dan para siswa yang lain merasa takut. Di saat musim hujan, apalagi hujan disertai angin kencang, anak-anak pada takut," lanjutnya.

Salah satu warga Kelurahan Mindi yang sudah direlokasi ke desa lain Sri Sulistiana (35) mengaku sudah tidak bisa menyekolahkan anaknya ke SD tersebut. Itu karena jaraknya yang kini terlalu jauh.

"Sebenarnya kami senang karena sekolahnya bagus dan bersih. Tapi kami sekeluarga saat ini tinggal sekitar 5 km dari sekolah tersebut. Apalagi harus menyeberang jalan raya Porong lama yang arus lalu lintas sangat padat," kata Sri.



Tonton juga video Warga Sumenep Dikejutkan Semburan Lumpur dan Gas:

[Gambas:Video 20detik]


(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com