detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 19:47 WIB

Calon Pengantin di Jatim Wajib Tes Narkoba, Apa Pendapat Wagub Emil?

Hilda Meilisa - detikNews
Calon Pengantin di Jatim Wajib Tes Narkoba, Apa Pendapat Wagub Emil? Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Mulai Agustus mendatang, calon pengantin di Jawa Timur wajib melakukan tes narkoba. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak pun buka suara.

Suami Arumi Bachsin ini mengatakan BNN memiliki kewenangan untuk melakukan tes narkoba kepada siapapun. Termasuk pejabat pemerintah.

"Siapapun kalau BNN minta tes urine harus siap. Saya juga siap kalau diminta tes urine. Tentunya kita apresiasi sebagai upaya BNN untuk melakukan pendeteksian dini terhadap potensi narkoba," kata Emil ditemui saat peresmian salah satu tower di Grand Sungkono Lagoon Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, Rabu (17/7/2019).

Saat ditanya apakah dirinya setuju diberlakukannya hal ini, Emil mengaku belum bisa mengatakan sebelum dilakukannya kajian mendalam tentang tes narkoba.


"Mereka (BNN) punya kewenangan, tapi kalau pandangan saya setuju atau tidak setuju bukan sesuatu yang harus saya umbar dulu di publik sebelum dibahas dengan seksama lintas instansi," ucap Emil.

"Sekarang kalau menjawab pertanyaan seperti ini bukan perihal tepat atau tidak. Itu kan memang harus dipertimbangkan dengan matang, dengan menerima banyak masukan. Jadi kalau saya sebaiknya saya tidak kesusu menjawab kepada wartawan," imbuhnya.

Tak hanya itu, Emil juga enggan berkomentar terkait dampak sosial dari tes narkoba ini. Menurutnya, hal ini merupakan ranah pakar sosial dan tokoh masyarakat. Sementara tugasnya sebagai Kepala daerah, bisa melakukan kajian apakah kebijakan ini baik atau tidak.


"Kalau saya komentar terhadap dampak sosial itu bukan ranah saya, karena kita bicara bahwa BNN merupakan institusi negara. Kalau dilihat dampak sosial kita serahkan pada para pakar dan tokoh masyarakat, sebaiknya beliau yang berkomentar kalau kami di pemerintahan memang ada ranahnya sendiri," paparnya.

"Kalau ditanya terkait sarana sosial itu harus melalui dialog tapi dialog itu tidak bisa di ruang publik begini, saya harus menyampaikan dulu bukan di ruang publik seperti ini. Makanya kita lakukan komunikasi dulu bersama BNN," pungkas mantan Bupati Trenggalek tersebut.
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed