detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 15:57 WIB

UB Minta Polisi Bongkar Sindikat Penyebar Stiker Jalur Belakang

Muhammad Aminudin - detikNews
UB Minta Polisi Bongkar Sindikat Penyebar Stiker Jalur Belakang Prija Djatmika menunjukkan brosur dan stiker yang dibagikan sindikat calo/Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Universitas Brawijaya (UB) meminta polisi membongkar sindikat penyebar stiker yang menawarkan jalur belakang. Menurut Tim Hukum UB, para penyebar stiker bisa dipidanakan dengan kasus percobaan penipuan.

"Ini sindikat. kami berharap kepolisian bisa membongkar sindikat atau jaringan yang terlibat. Diawali dari barang bukti, keterangan saksi dan penyebar stiker yang tertangkap oleh satpam," ujar salah satu Tim Hukum Universitas Brawijaya Prija Djatmika kepada wartawan di kampus Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Kota Malang, Rabu (17/7/2019).

Mengapa dikatakan sindikat percaloan? Menurut Prija itu karena mereka beraksi secara kelompok. Menurutnya ada 8 penyebar stiker dan brosur yang menawarkan jalur belakang untuk masuk ke UB via jalur mandiri.

"Yang tertangkap memang satu saat menyebarkan brosur dan stiker. Tetapi dalam pengakuannya ada 7 teman lainnya yang memiliki tugas sama di semua pintu masuk Universitas Brawijaya," imbuh dosen Fakultas Hukum itu.


Orang-orang itu, kata Prija, mayoritas berdomisili di Kota Surabaya. Mereka berangkat dengan menumpang dua mobil dengan tujuan Universitas Brawijaya.

"Yang ketangkap ngaku mahasiswa PTS di Surabaya asal Lamongan. Dia bersama 7 temannya, berangkat dari Surabaya menggunakan dua mobil ke sini (Universitas Brawijaya)," sambung Prija.

Ia menambahkan, ketika dilakukan penangkapan, tujuh pelaku lain berhasil kabur sebelum bisa diamankan satpam kampus. Upaya memancing mereka untuk menemui satu rekannya yang tertangkap gagal.

"Jadi mereka menyebar brosur dan stiker sebanyak 8 orang. Satu tertangkap yang 7 lainnya berhasil kabur. Nah, di sini tugas kepolisian untuk membongkar sindikat itu dengan melacak keberadaan 7 orang lain bersama otak dari aksi kejahatan ini," tutur Prija.


Prija mengakui, hingga saat ini Universitas Brawijaya belum melaporkan dugaan kasus penipuan secara resmi. Yang dilakukan sebelumnya hanya menyerahkan pria yang menyebar stiker bersama barang buktinya.

"Nanti, jika diperlukan kami melapor, akan kami lakukan. Saya kira, unsur-unsurnya sudah terpenuhi, ada barang bukti, ada saksi. Ini bisa masuk percobaan penipuan. Pasal yang dikenakan adalah 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 53 dan Pasal 88 untuk permufakatan jahatnya," tegasnya.

Polres Malang Kota telah menangani perkara penyebaran stiker tersebut. Satu orang yang diamankan sudah dilakukan pemeriksaan dan sekarang berstatus wajib lapor.

"Kami sudah tangani, memang butuh pendalaman untuk mengungkap jaringannya. Sementara karena tidak cukup bukti, pria yang diamankan kita kenakan wajib lapor," kata Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri.

Seperti diberitakan sebelumnya, stiker yang menawarkan jalur belakang untuk lolos ke Universitas Brawijaya via jalur mandiri sempat menyebar. Pihak kampus kemudian menyampaikan bahwa tawaran itu hoaks. Penyebaran stiker itu telah dilaporkan ke polisi.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com