detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 12:59 WIB

Kantor Disegel, Pengurus Baru PDIP Kota Pasuruan 'Ngantor' di Ruko

Muhajir Arifin - detikNews
Kantor Disegel, Pengurus Baru PDIP Kota Pasuruan Ngantor di Ruko Kantor lama PDIP Kota Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Pengurus baru DPC PDIP Kota Pasuruan akhirnya mencari gedung baru untuk dijadikan kantor. Mereka tidak bisa menggunakan gedung kantor lama karena masih dalam sengketa.

"Kami sewa ruko. Ini harus kami lakukan karena organisasi harus tetap jalan karena kan sebentar lagi akan ada pesta lagi (Pilwali 2020). Kalau tidak jalan kan ya kita akan ketinggalan kereta," kata Sekretaris PDIP Kota Pasuruan Teddy Armanto, Selasa (16/7/2019).

Teddy mengatakan, ruko sewa yang berada di Keluragan Bangilan hanya bersifat sementara. Pihaknya tengah mencari lahan untuk membangun gedung kantor baru.

"Sementara ya di ruko, sambil kita cari lahan untuk kantor. Meski sementara, fungsi kantor akan maksimal, sekarang sudah mulai menata-nata," terangnya.


Terkait polemik kepengurusan yang berujung pada penyegelan gedung kantor lama, Teddy menyerahkan sepenuhnya pada DPP dan DPD.

"Bukan nggak mau pakai yang lama, karena kita diperintahkan dari DPP dan DPD untuk terus jalan, masalah aset yang ada di Pasuruan wewenangnya DPP dan DPD nanti yang akan jalan menyelesaikan permasalahan itu. Kita, DPC, tidak diperbolehkan ikut andil di dalamnya," terangnya.

Teddy menegaskan, PDIP Kota Pasuruan solid mendukung pengurus baru yang ditugaskan DPP. Menurutnya mulai PAC, ranting hingga kader mendukung keputusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.


"Semua kader tegak lurus ke Bu Mega. Namun kami tetap berusaha menjalin komunikasi dengan Bu Luluk (Mauludiyah) dan Pak Pudjo (Basuki)," pungkas Tedy.

Penunjukan Pengurus DPC oleh DPP pada Konfercab PDIP Kota Pasuruan Minggu (7/7) lalu berujung penyegelan kantor dan penurunan papan mama partai di gedung yang berada di Jalan KH Mansyur, Sekargadung, Purworejo, Kota Pasuruan. Penyegelan sebagai bentuk ketidakpuasan hasil komfercab dimotori kader senior sekaligus mantan pengurus teras DPC. Seperti Luluk Mauludiyah dan Pudjo Basuki.

Luluk yang mengaku punya hak pribadi atas lahan dan gedung kantor. Secara terbuka ia menolak pengurus baru 'ngantor' di gedung tersebut.

Simak Video "Barang Impor Ilegal Miliaran Rupiah di Surabaya Dimusnahkan"
[Gambas:Video 20detik]

(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com