detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 16:25 WIB

253 Desa di Mojokerto akan Gelar Pilkades Serentak Oktober Mendatang

Enggran Eko Budianto - detikNews
253 Desa di Mojokerto akan Gelar Pilkades Serentak Oktober Mendatang Kantor Bupati Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Sebanyak 253 desa di Kabupaten Mojokerto akan menggelar Pilkades serentak 23 Oktober 2019. Dari jumlah itu, 100 desa akan diisi pelaksana tugas (Plt) lantaran masa jabatan Kepala Desa (Kades) belum berakhir.

Desa yang menggelar Pilkades serentak tersebar di 18 kecamatan Kabupaten Mojokerto. Meliputi 16 desa di Kecamatan Dawarblandong, 20 desa di Kemlagi, 11 desa di Gedeg, 13 desa di Jetis, 14 desa di Sooko, 11 desa di Trowulan, 12 desa di Puri, 14 desa di Bangsal dan 8 desa di Mojoanyar.

Selain itu, Pilkades serentak juga digelar di 15 desa Kecamatan Ngoro, 14 desa di Pungging, 11 desa di Mojosari, 14 desa di Kutorejo, 15 desa di Dlanggu, 18 desa di Jatirejo, 14 desa di Gondang, 20 desa di Pacet, serta 13 desa di Kecamatan Trawas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto mengatakan, pendaftaran calon kades dibuka 22 Juli 2019. Pemungutan suara digelar secara serentak di 253 desa pada 23 Oktober 2019.

Sepekan setelah pemungutan suara, kata dia, panitia Pilkades di setiap desa sudah harus menetapkan Kepala Desa Terpilih. Yaitu sekitar 30 Oktober 2019.


Dari 253 yang menggelar Pilkades serentak tahun ini, terdapat 153 desa yang masa jabatan Kadesnya habis sebelum penetapan Kades terpilih. Dengan rincian 32 desa habis masa jabatan Kadesnya Agustus 2019, serta 121 desa berakhir September 2019. Kekosongan jabatan akan diisi untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

"Kalau habis jabatan sebelum penetapan Kades terpilih, maka kami tunjuk PJ (Penjabat) Kapala Desa," kata Ardi saat dihubungi detikcom, Jumat (12/7/2019).

Sementara bagi para kades yang masa jabatannya belum berakhir hingga penetapan kades terpilih, menurut Ardi, akan diisi oleh Pelaksana tugas (Plt). Penunjukan Plt khusus desa yang Kadesnya kembali mencalonkan diri. Para Kades petahana juga diwajibkan cuti sejak ditetapkan sebagai calon dalam Pilkades serentak.

"Untuk Plt Kades otomatis Sekdes masing-masing. Itu sudah diatur dalam Perbup nomor 8 tahun 2015 yang diubah dalam Perbub nomor 31 tahun 2018," terangnya.

Terdapat 100 desa yang masa jabatan Kadesnya belum berakhir sampai penetapan Kades terpilih akhir Oktober 2019. Dengan rincian 51 desa baru berakhir November, 20 desa berakhir Desember, 24 desa berakhir Januari 2020, 3 desa berakhir Februari 2020, serta masing-masing 1 desa yang jabatan Kadesnya berakhir Maret dan April 2020.

Simak Video "Status Hukum Akun Penghina Jokowi Ditentukan 1x24 Jam"
[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed